Rab. Okt 28th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Langkah Pembangunan “Kalteng Berkah” (Bagian 1)

Palangka Raya, kbiraya – Pembangunan merupakan program berkelanjutan yg dilakukan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten kota di seluruh Indonesia. Pembangunan berkelanjutan memerlukan pemikiran, dan dukungan partisilasi seluruh masyarakat. Kontribusi pemikiran masyarakat diperlukan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pembangunan yg dilaksanakan pemerintah. Masyarakat bukan hanya objek, tapi sejatinya subjek pembangunan. Keikutsertaan masyarakat dlm setiap program pembangunan akan membawa suasana baru bagi tercapai tujuan bersama, yakni kesejahteraan. 



Begitu juga pembangunan di Kalimantan Tengah. Wilayah provinsi yg kaya dengan berbagai sumber daya alam seperti batu bara, emas, pasir besi, zirkon, dan perkebunan kelapa sawit itu menjadi pendukung percepatan pembangunan. Berbagai potensi itu diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah. Sederhana harapannya, tapi bermakna wujudnya. Sederhana harapannya, pembangunan untuk sejahtera masyarakat akan menjadi nyata. 
Rasanya harapan tersebut tidak sulit diwujudkan manakala semua elemen daerah ini sinergi dengan potensi sumber daya alam yg teraedia, dan ini bisa menambah pendapatan di provinsi itu. 

Berbagai sumber yg sudah dieksplor selama ini sejatinya dimanfaatkan utk meningkatkan pembangunan. Ini tentunya seiring dengan rencana pemerintah pusat yg akan menjadikan ibu kota provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya sebagai ibu Kota Negara Paru-Paru Dunia. Ini kesempatan meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk mewujudkan Kalteng berkah. 

Semua program pembangunan dimulai dengan perencanaan, pertimbangan, dan optimisme mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Artinya, berbagai program dilakukan secara sinergi untuk membangun sumber ekonomi menuju kesejahteraan masyarakat sudah diprediski bisa memajukan pembangunan. Sinergi dalam perencanaan, sinergi pelaksanaan, dan sinergi dalam pemasaran bila produknya berupa komoditi pertanian atau hasil kerajinan tangan akan terlihat nilai kebersamaan dalam pembangunan. Semua itu dilakukan setelah potensi dipetakan yang sekaligus menjadi langkah kedua bagi program Kalteng Berkah. 

Ketiga, menggali sumber energi terbarukan sebagai upaya menyiapkan cadangan kelanjutan pembangunan di masa mendatang. Banyak sumber energi yang belum tergali di bumi tambun bungai ini. Kekayaan sumber daya alam seperti emas,  pasir kwarsa, kaolin, besi, kapura, dan aneka energi lannya. Batu bara, perkebunan kelapa sawit, karet, kayu bulat, dan kayu olah juga potensi yang sudah menghasilkan walaupun belum maksimal yang menyentuh pembangunan ekonomi kerakyatan. Semua pitensi ini sangat dimungkinkan digali dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Provinsi Kalimantan Tengah yang luasnya 153.800 km2 (7,95 persen luas Indonesia) menjadi pilihan Presiden Soekarno sebagai ibu kota pemerintahan Indonesia. Gagasan yang diutarakan tahun 1957 itu akan direalisasi dengan nama “Ibu Kota Negara Paru-Paru Dunia”. Nama ini sesuai dengan letak strategis dengan geografis daerah tanpa gunung, jauh dari jalur gempa, dan berada nyaris persis di tengah kepulauan Nusantara. Wilayah provinsi yg terdapat berbagai sumber daya alam ini strategis menjadi ibu kota pemerintahan Indonesia. 

Dalam beberapa bulan akhir tahun 2018, isu pemindahan ibu kota pemerintahan Indonesia ke Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah mulai terdengar implementasinya. Belum ada wujudnya, tapi informasi tersebut semakin menggema. Bahkan, informasi terkini ibu kota provinsi ini akan dinamakan Ibu Kota Negara Paru-Paru Dunia. Sebuah nama yang bermakna mendalam bila dikaji berdasarkan ilmu pengetahuan. Sebuah nama yg diprediksi akan melekat dekat dengan masyarakat di masa mendatang. 
Ini langkah maju dalam mewujudkan Kalteng berkah yg digagas pasangan Gubernur H Sugianto Sabran-Habib H. Ismail. Langkah memajukan pembangunan mewujudkan Kalteng Berkah itu semakin fokus, dan sinergi, apalagi kini sudah ada sinyal implementasi melanjutkan gagasan Presiden RI pertama Soekarno tahun 1957 tersebut. Saling mendukung, satu tujuan, yaitu pembangunan daerah berpaduan dengan pembangunan ibu kota pemerintahan Indonesia) bg kesejahteraan masyarakat akan sinergi dengan tujuan Kalteng Berkah. 

BACA JUGA :  Ivo Hadiri Rakor Dharma Wanita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *