Jum. Okt 30th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Pemilu Legislatif 2019 Penuh Intrik

PONTIANAK, 12 / 3 (Kbiraya) -Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar)H Sutarmidji SH M.Hum mengatakan, gesekan yang terasa pada Pemilu 2019 ini adalah pada pemilihan calon DPRD kabupaten dan kota jadi bukan pada Pilpres atau pemilihan DPR RI. Dikatakan demikian karena gesekan kepentingan lokal sangat dekat sementara gesekan kepentngan pada Pilpres sangat jauh.


Hal itu dikatakan Gubernur Kalbar Sutarmidji SH saat Deklarasi Pemilu Damai 2019 di Kubu Raya pada Senin (11/3/19).
Ia mengatakan, Kalbar memiliki pengalaman dalam melaksanakan Pilkada tahun 2018, dimana kepentingan lokalnya sangat dekat dan sangat terasa. Oleh sebab itu harus diwaspadai dengan cermat adanya gesekan yang menuju pada kepentingan lokal.
Namun hal itu sudah kita lalui dan Pilkada 2018 dapat berjalan dengan aman dan kondusif. Sementara pada Pilpres dan Pileg DPR RI ini kepentingan lokalnya sangat jauh.
Selanjutnya, pihaknya juga menilai bahwa pendidikan politik sangat penting, yaitu untuk menyikapi perbedaan pendapat artinya sekeras apapun pendapat seseorang tetap harus rasional. Oleh sebab itu dalam penyelenggara pesta demokrasi ini harus peka aturan dan tegas. Seperti sekarang ini satu dua minggu di “akun” gubernur Kalbar di media sosial adalah bagian dari pendidikan politik. Dimana banyak warga yang marah atau mau marahpun pihaknya tetap membalas dengan senyuman.
Pihaknya juga selalu memantau “akun sosial” di media, sebab hal ini dilakukan sebagai bahan evaluasi bagi dirinya. “Saya evaluasi akun itu, ternyata dalam waktu satu minggu di akun saya 5000, yang komentar jelek memang kelompok itu aja, tapi interaksi di akun pribadi mereka biasa aja, yang suka dan yang komentar miring berimbang”, katanya.
Oleh sebab itu harus dinetralisir dengan status yang apalagi, juga dalam rangka melihat psikologi masa, sikap apa yang kita buat. Hal ini penting karena media sosial bisa dijadikan parameter ukur dalam hal tertentu yang perlu diketahui secara acak, karena ketika kita lakukan pendekatan formal belum tentu mencapai hasil yang maksimal.
Untuk itu pihaknya mengajak, dalam pesta demokorasi ini kita harus menghindari gesek-gesekan. Cerita Pemilu dalam dan hal lain yang mengakibatkan terjadinya gesekan, kita harus waspada sejak dini.
Pihaknya juga berharap kepada para caleg agar memberikan penjelasan yang benar pada masyarakat. Artinya kita harus dewasa dalam berpolitik sehingga pelaksanaan pemilu ini dapat berjalan aman dan kondusif.(sos/bbu).

BACA JUGA :  Tokoh MUI Nilai Ujang Iskandar Ideal Pimpin Kalteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *