Sen. Okt 19th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Pabrik Pengolahan Bauksit Dibangun di Mempawah

MEMPAWAH, 6/4/19 (Kbiraya). Menteri BUMN, Rini Soemarsono meresmikan Pencanangan Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat. Pabrik pengolahan biji bauksit menjadi alumina ini ditargetkan akan berproduksi pada tahun 2020.

Hal itu dikatakan Menteri BUMN, Rini Soemarsono usai meresmikan Pencanangan Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat Jumat (5/4/19).
Ia mengatakan, pencanangan pabrik yang ditargetkan berproduksi pada 2020 itu, memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta ton. Komitmen Presiden RI kita punya bauksit bagaimana caranya bermanfaat bagi masyarakat Mempawah secara khusus dan Bangsa Indonesia secara umum. Dengan adanya pabrik alumina ini maka negara akan menghemat devisa mencapai 220 US dolar setiap tahunnya. Sebab substitusi kebutuhan aluminium dalam negeri mencapai 550 ribu ton pertahunnya.
Pencanangan pabrik ini selain karena arahan Presiden RI, Joko Widodo, juga karena dukungan para kepala daerah yang ada di Kalbar. Selanjutnya dengan adanya pabrik ini maka harus bermanfaat terutama bagi masyarakat Mempawah. Jika di Mempawah bisa membuat alumina dan bisa memproduksi sendiri maka ke depan tidak perlu orang lain. Dengan pembangunan pabrik alumina ini sangat banyak manfaat yang akan dirasakan masyarakat seperti masyarakat akan mendapat pekerjaan.
Kesempatan meningkatkan pendidikan disini sehingga mempersiapkan SDM dari masyarakat agar dapat bekerja di perusahaan ini.
Ia menambahkan, perusahaan Chinalco, juga bersedia memberikan akses pasar International untuk 550.000 ton alumina pertahun. Yaitu hasil produksi dari pabrik alumina yang rencanakan akan berproduksi pada 2020 itu.
Smelter alumina ini merupakan salah satu dari sejumlah proyek strategis yang digarap holding BUMN sebagai percepatan hilirisasi tambang. Saat ini cadangan bauksi Indonesia terbesar ke-8 dunia dengan peringkat kedua dunia terbesar.
Semenara itu Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan, pembangunan pabrik alumina di Mempawah ini sudah direncanakan sejak dirinya Bupati di Mempawah. Pembangunan pabrik alumina ini dapat diwujudkan atas kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat Mempawah.
Pihaknya mengharapkan pembangunan pabrik alumina ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan target. Sehingga masyarakat dapat merasakan dampak yang positip dan Mempawah menjadi lebih maju.(SOS/BBU).

BACA JUGA :  Ini Rangkaian Acara Puncak Peringatan HPN di Kalsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *