PERSAHABATAN DAN PERSATUAN HARUS TETAP DIJAGA

oleh -14 views

PONTIANAK, 13/4/19.(Kbiraya). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kita semua harus menjaga dan merawat keberagaman Bangsa Indonesia. Selanjutnya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprofokasi dengan berita-berita hoax atau bohong dan kita harus bijak menggunakan media sosial.

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan saat acara Silaturahmi dan Apel Kebangsaan Dalam Rangka Menuju Pemilu Damai di Kalbar di Rumah Radakng Jumat (12/4)
Ia mengatakan, kita jangan mudah dan jangan mau terprofokasi dengan berita-berita hoax atau bohong tetapi kita harus bijak menggunakan media sosial. Sehingga kita tidak mudah terpecah belah dengan berita berita yang tidak benar. Persabahatan perlu dibangun jangan kecurigaan yang dikembangkan jadi harus ada kepercayaan diantara kita. Berita berita yang banyak fitanah dan bohong harus dijelaskan. Selanjutnya masalah perbedaan pihan dalam Pemilu adalah hak demokrasi seseorang. Tetapi pilihan itu jangan berangkat dari berita bohong yang selama ini di sebar luaskan..
Selama 4,5 tahun ini pemerintah sudah banyak berbuat namun dikatakan utang Indonesia besar, padahal utang Indonesia adalah utang yang sangat kecil dibandingkan dengan negara lain. Jika ada yang mengatakan utang kita besar dan negara kita mau bangkrut hal itu tidak baik sebab keuangan negara kita cukup baik.
Tahun 2017 pada pemerintahan Jokowi mendapatkan kepercayaan untuk tujuan investasi yang cukup aman. Hal ini tidak dikarang karang atau datang begitu saja, sebab penilaian ini datang dari organisasi dunia.
Selanjutnya masalah tenaga kerja asing dianggap berlebihan, kita harus bekerja dan bicara dengan data tetapi banyak intelektual kita berbicara tidak menggunakan data tetapi menggunakan ambisi politik. Ambisi politik bisa saja tetapi persatuan dan kesatuan republik Indonesia jangan dirusak.
Tenaga kerja asing ada 95 ribu dari seluruh Indoesia dari 124 juta lebih lapagan kerja yang ada di Indonesia artinya hanya 0,7 persen dari seluruh tenaga kerja di Indonesia. Sementara Malaysia tenaga kerja asing berjumlah 5,5 persen dari seluruh angkatan kerja di malaysia dan dari jumlah itu TKI di Malaysia berjumlah 2,3 juta orang dan hal itu tidak pernah diributkan.
Hal ini tidak ribut karena semua melaksanakan secara profesional untuk menunjuang perekonomian, tetapi kita sangat jauh lebih rendah. Jika ada yang bilang tenaga kerja asing mencapai jutaan hal itu sangat tidak benar karena kita memiliki perangkat untuk mengawasinya.
Selain itu juga masalah isu PKI hal itu tidak ada dan sudah diperintahkan kepada TNI untuk mencari namun tidak ditemukan. Selain itu diisukan juga bahwa Indonesia miskin dan kekayaan kita dilarikan ke luar negeri semua itu adalah hoax dan bohong. (SOS/BBU).

BACA JUGA :  POLDA KALBAR BERHASIL TURUNKAN ANGKA KEJAHATAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *