PERSATUAN DAN KERUKUNAN BANGSA

oleh -4 views

Oleh Saidulkarnain Ishak

Indonesia negara kesatuan. Rakyatnya terdiri berbagai suku dan agama. Semua sama dan tidak beda. Tidak dibedakan dalam berbagai kreavitas, profesi, dan selalu hidup bersahaja tanpa beda. Perbedaan hanya terlihat ada pada tempat tanggal lahir, ras, agama, dan bukan pada siapa dan dari mana asalnya. Semua sama dari sudut pandang hukum dan undang-undang Indonesia. Tak beda dan tidak juga dibedakan. Rakyat negeri ini rukun dan bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Persatuan dan kerukunan diimplementasikan dalam setiap kesempatan hingga bersemi dalam kehidupan rakyat negeri ini.

Kerukunan hidup berbangsa menjadi kunci melahirkan kreasi bangsa untuk mencapai kemajuan di semua aspek kehidupan. Upaya mempercepat pembangunan diperlukan kedamaian dalam kehidupan. Pemikiran kreatif, inovatif dan positif dalam berbagai aktivitas masyarakat sesuai profesi juga diperlukan untuk mencapai kemakmuran. Persatuan, kerukunan, dan kebersamaan menjadi fondasi yang kuat dan kokoh untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Mustahil keberhasilan dan kemajuan dicapai di tengah prahara. Ini menjadi pengetahuan merata dalam kehidupan bangsa Indonesia. Semua menyadari bahwa bangsa Indonesia hidup “bersanding” meskipun berbeda agama dan keyakinan.

Prsktik hidup demikian sudah lama berlangsung di negeri ini, meski sekali-sekali terjadi “cela” karena pernyataan yang belum dipahami kebarannya. Sebaliknya, tidak sedikit masyarakat yang memahami secara utuh terkait hidup rukun dan damai, sehingga masyarakat negeri ini disegani dunia dalam berbagai kompetisi. Tidak ada perbedaan antara satu dengan manusia lainnya juga dimaknai sebagai anugerah yang perlu dijaga dan dirawat untuk mencapai kemajuan lebih hebat di seluruh dunia. Mereka juga memahami bahwa hanya kecerdasan dan ketakwaan yang justru menjadi pembeda antara sesama di Tuhan Yang Maha Pencipta.

Manusia dan makhluk ciptaan Tuhan sama, dan tidak berbeda. Manusia diberi kelebihan akal untuk berpikir dan bertindak dalam kehidupan, sementara makhluk lainnya tidak. Manusia juga dianugerahi panca indera yang dapat membedakan halal-haram, baik-buruk dan pahit-manis di dalam kehidupannya. Panca indera manusia juga berfungsi sebagai alat untuk melihat (mata), telinga (mendengar), dan hati (merasa) semua perbuatan dan perkataan yang dilakukannya. Mustahil seseorang melakukan perbuatan atau berkata keliru manakala tiga panca indera itu sinergi dalam kehidupannya. Hidup damai berdampingan akan mempercepat perwujudan yang dicita-cita pendiri negara.

Sinergisitas dalam kehidupan merupakan wujud kerukunan berbangsa dan berbangsa. Dalam sebuah artikel hasil karya Kapten Inf Suwandi yang disiarkan Tribunnews.com menyebutkan, kerukunan umat beragama perekat persatuan bangsa. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang besar, bangsa yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Selain itu Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang plural memiliki beragam suku, etnik, budaya dan bahasa serta mempunyai enam agama yang resmi diakui oleh negara yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Mencermati keragaman masyarakat tersebut, kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu hal yang sangat penting diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Permusuhan yang dipicu agama merupakan salah satu penyebab krusial yang dapat membuat masyarakat di suatu negara terpecah belah, saling bermusuhan yang akhirnya berujung pada pertikaian berkelanjutan. Banyak contoh negara di dunia yang hancur akibat pertikaian terkait dengan isu agama yang tidak bisa ditangani dan diselesaikan secara baik, seperti konflik Palestina-Israel yang hingga sekarang masih berlanjut, ISIS di Suriah dan di berbagai negara Arab lainnya. Kelompok teroris yang mengatasnamakan agama dan konflik Rohingya di Myanmar.

BACA JUGA :  1060 TATUNG MERIAHKAN CAP GO MEH SINGKAWANG

Kerukunan umat beragama di Indonesia sejatinya saling menjaga sehingga tidak teepicu isu berdampak negatif dalam kehidupan berbangsa. Isu agama sentral yang dapat menyebabkan terjadinya konflik seperti yang dialami saudara-saudara kita di kota Ambon Maluku pada 1999, dan kerusuhan di Poso Sulawesi Tengah pada 1998. Ini salah satu contoh konflik agama yang berdampak serius terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Semua permasalah yang menjadi pemicu konflik hendaknya mendapat perhatian berbagai elemen masyarakat sebagai salah satu usaha mencegah perbedaan dalam kehidupan berbangsa. Semua elemen bangsa harus proaktif merawat kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peran semua masyarakat
Oleh karena itu, kerukunan hidup antarumat beragama di Indonesia harus dijaga dan dirawat dengan baik yang kemudian akan mempercepat kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Peran seluruh komponen masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah diperlukan untuk mewujudkannya. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya telah dilakukan untuk menciptakan kerukunan hidup antarumat beragama melalui Kementerian Agama RI, terutama menyosialisasikan regulasi terkait Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KKB). Peran semua elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat kerukunan hidup antarumat beragama sangat penting sebagai upaya mempercepat kemajuan pembangunan merata di seluruh Indonesia.

Komitmen TNI senantiasa menjaga kerukunan hidup antarumat beragama di Indonesia tegas dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. Toleransi dan kerukunan hidup antarumat beragama yang sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika, dengan memberikan pembekalan agama kepada prajurit TNI secara berkala. “Prajurit TNI selalu diberikan pemahaman tentang pentingnya pendidikan mental dan sepiritual sebagai landasan keimananan dalam menjalankan tugas pokok menjaga keutuhan NKRI,” ujar Panglima TNI saat menerima tokoh agama di Cilangkap, tulis Kapten Inf Suwandi.

Perbedaan agama dalam kehidupan masyarakat Indonesia tidak akan menjadi hambatan untuk mewujudkan suasana rukun dan damai. Kerukunan hidup antarumat di negara berlandaskan Pancasila ini justru mengutamakan semangat kebersamaan, saling menghormati persamaan hak dan kewajiban serta saling menghargai perbedaan dalam keyakinan yang dijamin oleh UUD 1945 Pasal 29 Tentang Kebebasan Beragama. Negara menjamin dan melindungi kebebasan setiap warga negara untuk memeluk agama sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Dalam berbagai literatur disebutkan bahwa kehidupan beragama di Indonesia akan memperkuat persatuan bangsa di di negara 17 ribu pulau tersebut.

Justru itu, kerukunan hidup beragama menjadi penting bagi bangsa Indonesia sebagai upaya kelanjutan pembangunan ekonomi untuk pemerataan kesejahteraan. Negeri damai dan aman kemajuan akan mudah dicapai. Bersama menjadikan bangsa ini kuat dan disegani. Ibarat sebuah keluarga, NKRI bagaikan “rumah besar” dengan jumlah penghuni ratusan juta jiwa namun indah karena ramah, saling menghargai, dan menghormati sesama meskipun berbeda suku, agama, ras dan daerah lahir. Jika sikap ini melekat Indonesia akan kuat. Jika kerukukan hidup umat beragama bersatu erat negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 ini akan kuat bermartabat.

BACA JUGA :  TIM SAR GABUNGAN TERUS EVAKUASI KORBAN BANJIR BANDANG SENTANI: 104 ORANG TEWAS, 160 ORANG LUKA, DAN 79 ORANG HILANG

Bangsa Indonesia sungguh menghormati perbedaan, kasih sayang dalam pergaulan, dan saling menghargai satu dengan lainnya. Kegiatan keagamaan berjalan aman dan lancar karena saling membantu serta menjaga kebersamaan seperti aksi massa 212 di Jakarta akhir tahun 2019. Ini bisa indikasi kerukunan hidup antarumat beragama di Indonesia. Begitu juga saat umat Kritiani melaksanakan ibadah Natal, masyarakat muslim ikut mengamankan lokasi. Tolerasi antarumat terlihat nyata. Mereka salingsebelumnya diprediksi menimbulkan kerusuhan, namun dapat berjalan dengan tertib dan aman. Toleransi seperti ini harus dipertahankan karena sejatinya manusia mengedepankan sikap saling menghormati dalam kehidupannya.

Ada beberapa sikap yang perlu dikedepankan dalam upaya mewujudkan tolerasi antarumat beragama di Indonesia. Sikap saling menghargai dan saling menerima perbedaan, sikap saling menghormati kesetaraan sesama pemeluk agama dan memahami bahwa semua memiliki hak dan kewajiban sebagai warga negara. Selain itu, saling melindungi sesama tanpa memandang agama yang dianut. Pemeluk agama mayoritas toleran pada pemeluk agama minoritas, tulis Kapten Inf Suwandi. Sikap ini perlu diimplementasikan, sehingga akan terwujud budaya kerja sama dan gotong royong untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Elit politik harus lebih memperhatikan situasi dan kondisi apabila membuat pernyataan politik terkait isu agama untuk kepentingan kelompoknya. Upaya menjaga kerukunan hidup antarumat beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat secara keseluruhan, termasuk elit politik negeri ini. Semua berperan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sesuai profesinya masing-masing. Persatuan dalam kehidupan bangsa Indonesia menjadi salah satu aspek penting untuk mewujudkan cita-cita keberhasilan pembangunan bagi kesejahteraan bagi masyarakat di masa mendatang.

Persatuan bangsa
Terciptanya kerukunan hidup antarumat beragama fondasi utama untuk mewujudkan berbagai kreasi inovasi menghadapi kompetisi dunia di era globalisasi dewasa ini. Kekuatan melahirkan berbagai “komoditi” sebagai produk kemajuan yang menjadi salah satu “alat” berawal dari hidup serasi antarumat beragama di negeri ini. Keserasian dalam kehidupan merupakan syarat mutlak untuk melangkah ke depan menghadapi persaingan global. Rakyat Indonesia yang terdiri suku bangsa, dari Sabang sampai Merauke, ini selalu menjunjung tinggi budayanya dalam pergaulan sesama dan hubungan antarumat beragama. Sikap ini membuka jalan bebas hambatan untuk melaksanakan berbagai program pembangunan nasional secara merata di seluruh Indonesia.

Persatuan bangsa dan kerukunan hidup antarumat beragama menjadi ibarat “besi baja” yang menghiasi kekuatan suatu bangunan kokoh. Bangun itu kuat karena besi baja yang dipasang terukur kekuatannya. Kerukunan hidup antarumat beragama merupakan fondasi utama untuk mewujudkan cita-cita menuju kemajuan dan kemakmuran bangsa. Kemajuan mudah digapai manakala keharmonisan terbina, hubungan antarumat beragama “mesra” dan saling hormat menghormati tanpa memandang suku dan agama. Mereka membantu jika mengetahui ada saudaranya yang berbeda keyakinan sedang menghadapi musibah dan saling memberi apabila menyaksikan ada orang yang membutuhkan.

Hidup berdampingan dan mempererat persaudaraan menjadi salah satu kiat untuk memperkuat persatuan dalam bingkai NKRI. Keragaman dalam kehidupan mustahil mengidolakan perbedaan keyakinan jika eksistensi manusia dikedepankan berdasarkan kenyataan. Bahwa insan manusia diciptakan dibekali kelebihan berupa akal untuk meraih berbagai pengetahuan sebagai “senjata” mencapai kemajuan dalam kehidupan. Manusia diberi kekuatan berupa ilmu pengetahuan untuk menambah motivasi menghadapi kemajuan di tengah kehidupan sesama, tanpa memandang suku dan agama. Semua insan manusia diberi kesempatan bercita-cita mencapai kemajuan, baik secara individu maupun kelompok, namun diperlukan situasi dan kondisi kondusif serta kerja sama sesama untuk menggapai tujuan kemajuan tersebut.

BACA JUGA :  PABRIK PENGOLAHAN BIJI BAUKSIT DIBANGUN DI MEMPAWAH

Di sinilah pentingnya persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mustahil kemajuan dicapai dalam situasi dan kondisi pertikaian. Kemajuan dapat diraih di tengah suasana damai dalam kehidupan. Semua yang dicita-citakan mustahil dapat diraih saat badan tdak sehat atau ketika prahara sedang melanda. Diperlukan suasana sejuk, dalam hal ini terkait kerukunan hidup antarumat beragama. Ini erat hubunganya dengan Indonesia yang dikenal sebagai bangsa besar, mengedepankan etika dan budaya dalam pergaulan. Bangsa yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama, selain dikenal sebagai masyarakat yang plural memiliki beragam suku, etnik, budaya dan bahasa.

Oleh karena itu, kerukunan hidup antarumat bergama antar masyarakat terutama antar umat beragama menjadi sangat penting diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Kerukunan hidup antarumat beragama murni harmonis persatuan dalam kehidupan berbangsa akan menambah inspirasi masyarakat untuk melahirkan karya inovasi kreasi menuju kemajuan. Dalam suasana kondusif seperti itu, pemerintah bersama masyarakat juga dapat mempercepat berbagai program pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat. Kemajuan suatu bangsa tidak sulit dicapai manakala persatuan dan kerukunan hidup antarumat beragama harmonis dan bersatu dengan mengedepankan hubungan sesama bangsa dalam bingkai NKRI. Seumpama kalimat yang sering dikatakan, “bersatu kita teguh, becerai kita runtuh”.

Semua komponen masyarakat ikut berkontrosi menjaga dan merawat kerukunan beragama dan persatuan Indonesia. Kontribusi yang diberikan melalui berbagai kesempatan sesuai profesi dengan komitmen untuk kemajuan Indonesia. Politisi, akademisi, pemgamat, dan peneliti serta semua elemen masyarakat ikutserta memberi pemikiran brilian untuk kemajuan pembangunan kesejahteraan masyarakat. Kemujuan akan menjadi realita apabila kerukunan hidup beragama aman dan damai, dan ini keharmonisan dalam kehidupan akan memperkuat persatuan. Negara kuat karena masyarakat bersatu dalam berbagai kegiatan sosial yang tidak mudah terusik hanya karena isu yang belum tentu benar.

Masyarakat berpikir positif kreatif terhadap berbagai kegiatan produktif yang dilakukan anak bangsa sebagai upaya mempercepat kemajuan. Rakyat negeri ini optimis dapat mencapai kemajuan setara dengan bangsa lainnya di dunia. Masyarakat bersanding dan sinergi dalam koridor kerukunan antarumat beragama yang harmonis untuk mencapai kemajuan di masa mendatang. Masyarakat menyadari bahwa perbedaan itu indah bila disandingkan dengan perasaan kebersamaan yang kemudian akan mewujudkan kemajuan di segala bidang. Kemajuan suatu bangsa dicapai dengan membangun sikap setara dan kebersamaan dalam nilai persatuan sesama. Tidak ada keberhasilan dicapai dalam situasi prahara tak bertepi. Keberhasilan dicapai dalam suasana aman dan damai sejati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *