Syarat jadi Sahabat Tuhan, Jangan Mudah Terprovokasi!

oleh -1 views
Bupati Gumas Jaya S Monong (tengah) menghadiri ibadah dan perayaan Natal GPT “Berkat Iman” Kuala Kurun, Rabu (8/1) malam.

Kuala Kurun, kbiraya (9/1) – Perayaan Natal merupakan momentum bagi umat Kristiani untuk mampu menjadi sahabat yang baik bagi Tuhan. Syarat untuk itu sederhana, yakni berupaya selalu berbuat baik dengan sesama umat manusia, sabar, dan tidak mudah terprovokasi.

“Jadi orang Kristen harus sabar. Jangan mudah tersinggung. Jangan posesif. Jangan mudah terprovokasi. Berfikirlah yang posistif dan jadilah sahabat yang baik bagi Allah dan sesama manusia,” ajak Pendeta (Pdt) Deddy Yosafat saat menyampaikan khotbah pada ibadah dan perayaan Natal GPT (Gereja Pantekosta Tabernakel) “Berkat Iman” Kuala Kurun, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Rabu (8/1) malam.

Pendeta yang diundang khusus dari Bogor, Jawa Barat ini mengatakan, setiap umat Kristiani memiliki lima tembok pemisah yang harus diruntuhkan. Di antaranya, keangkuhan diri dengan merasa diri paling benar dan suka membanding-bandingkan, mencintai diri sendiri, merasa benar sendiri dengan tidak bisa menerima perubahan, kesoktahuan, dan kelicikan.

“Untuk menjadi sahabat Allah maupun sahabat sesama manusia, “tembok” pemisah itu harus dihancurkan dengan merendahkan diri satu dengan yang lain dan mengikuti teladan Yesus,” terang Deddy di kegiatan yang dihadiri  Bupati Gumas Jaya S Monong malam itu.

Menurut Deddy, apabila seorang jemaat mampu menjadi sahabat Allah, maka Dia akan dapat berbicara layaknya seorang teman, saling berhadap-hadapan, dan apapun yang diminta kepada Allah pasti berikan.

Di kegiatan yang sama, Bupati Jaya S Monong menyambut baik terlaksananya kegiatan ibadah dan perayaan Natal GPT “Berkat Iman” Kuala Kurun ini. Jaya berharap seluruh umat Kristiani, khususnya yang hadir di kegiatan ini untuk mampu memahami dan mempraktikkan apa yang telah disampaikan Pdt Deddy.

Selain Bupati, kegiatan yang mengusung tema “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang” dan sub tema “Meruntuhkan Tembok Pemisah” ini juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Gumas Neni Yuliani, Staf Ahli Bupati dr Makmur Ginting, Camat Kurun Holten, Ketua MR GKE Kuala Kurun Pdt Edison B Kuni dan Pdt Yakobus Ibrahim, Pdt GPT se Gumas, dan sejumlah Pdt GPT dari Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat dan kabupaten lainnya di Kalteng, serta undangan lainnya. (ai/sar)

BACA JUGA :  KOLEKTIF,TANDA TANGAN KONTRAK PEKERJAAN PEMERINTAH DI KALTENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *