Ming. Mar 29th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

BI Kalteng Temukan Puluhan Lembar Uang Palsu Sepanjang 2019

Jajaran Perwakilan BI Kalteng menyampaikan rilis Kajian Ekonomi Kalteng Tahun 2019 di Palangka Raya, Jumat (10/1).

Palangka Raya, kbiraya (9/1) – Hingga tahun 2019 tadi, peredaran uang palsu di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) masih saja terjadi. Hal ini perlu diantisipasi kembali oleh masyarakat, terutama saat bertransaksi.

Pihak Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalteng dalam rilis Kajian Ekonomi Kalteng Tahun 2019 di Palangka Raya, Jumat (10/1) siang, menyatakan, sepanjang tahun lalu, terdapat 73 bilyet uang palsu yang ditemukan di provinsi ini.

Temuan uang palsu tersebut terdiri dari pecahan Rp 100 ribu sebanyak 57 bilyet, Rp 50 ribu sebanyak 12 bilyet, Rp 20 ribu sebanyak 3 bilyet, dan Rp 5 ribu sebanyak 1 bilyet.

“Ini sedikit menurun apabila dibandingkan dengan capaian pada tahun 2018, dimanaditemukan 74 bilyet uang palsu,” terang Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalteng Dery IkaPuspitosari kepada sejumlah insan pers berbagai media massa di Palangka Raya.

Dery yang hadir didampingi Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Muttaqim, Kepala Unit Pengawasan Sistem Pembayaran PUR dan Keuangan Inklusif Sudiro, serta analis Perwakilan BI Provinsi Kalteng Yudo Herlambang dan Farid T, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap peredaran uang palsu ini.

Cara yang bisa diterapkan untuk membedakan uang asli dan palsu dalam aktivitas transaksi sehari-hari, antara lain, pertama, uang asli memiliki benang berupa plastik yang tertanam dalam uang kertas. Plastik itu menyatu dengan uang kertas.

Selain itu kalau uang asli dipastikan memiliki watermark alias tanda air berbentuk wajah pahlawan. Tanda air tersebut hanya bisa dilihat saat uang diterawang, karena dibentuk dari gabungan antara permukaan uang yang tebal dan tipis.

Kemudian, ada pula tanda tuna netra yang unik karena bentuknya timbul dan hanya bisa dibuat dengan cat tertentu bukan tinta. Selain itu ada rectoverso cetakan logo BI yang putus apabila hanya melihat satu sisi, namun kalau diterawang akan tersambung.

Terakhir, apabila disinari lampu ultraviolet (UV) dari bawah, maka ada permukaan uang yang berpendar. Mulai dari angka seri hingga beberapa unsur lain. (sar)

BACA JUGA :  Skipjack Kembangkan Teknologi Encryp Banking

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *