Ming. Mar 29th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Waspada! Kota Sampit Masuk Daerah Rawan Penyebaran Virus Corona

Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mempublikasikan 19 daerah di Indonesia yang berisiko tinggi tertular virus corona dari China. Salah satu daerah tersebut berada di Kalimantan Tengah (Kalteng), yakni Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dalam pernyataan tertulisnya ke sejumlah media nasional di Jakarta, Minggu (26/1/2020), ke-19 daerah yang dinyatakan rawan penyebaran virus corona itu lantaran memiliki hubungan transportasi langsung dengan China, khususnya lewat jalur penerbangan.

Di Kalimantan, selain Kota Sampit, terdapat 3 daerah lain yang masuk ke kategori rawan terpapar virus penyakit mematikan itu. Antara lain Kota Samarinda, Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Tarakan (Kalimantan Utara).

Adapun daerah lain yang juga masuk kelompok ini, di antaranya, Jakarta, Tangerang, Bandar Lampung, Padang, Manokwari, Sampit, Bandung, Jambi, Tanjung Balai Karimun, Palembang, Tanjung Pinang, Denpasar, Surabaya, Batam, Belitung, dan Manado.

Sebagai antisipasi, Kemenkes telah menyiapkan 860 alat pelindung diri, 2.322 masker, dan 35.000 kartu kewaspadaan kesehatan untuk disebar di 19 daerah tersebut. Selain itu, Kemenkes juga menyiapkan 100 rumah sakit yang ditetapkan sebagai rujukan untuk penyakit yang baru muncul atau emerging disease ini.

Informasi terhimpun dari Sampit, berbagai upaya antisipasi penyebaran virus corona telah dilakukan. Salah satunya oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas III Sampit dengan melakukan pemeriksaan setiap penumpang yang tiba di Bandara Haji Asan Sampit, maupun para anak buah kapal (ABK) dari luar negeri .

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Sampit Agus Yordani, mengatakan, pemeriksaan demikian  sebenarnya sudah menjadi prosedur tetap pihaknya setiap ada kedatangan pesawat dan kapal.

“Ttetapi dengan merebaknya virus corona dan polio ini lebih diperketat. Yang rawan justru jalur laut karena ada kapal langsung dari China yang masuk ke Sampit pengangkut hasil tambang,” kata Agus seperti dikutip dari LKBN Antara.

Dia menambahkan, sepanjang 2019 lalu terdata ada sebanyak 23 kapal dari China yang masuk ke Kotim dengan jumlah 483 anak buah kapal. Sedangkan 2020 ini sudah ada 4 kapal dari China dengan 63 anak buah kapal. Hasil pemeriksaan, belum ditemukan orang yang terinfeksi virus corona. 

“Kalau ada yang terindikasi, maka akan langsung dievakuasi ke RSUD dr Murjani Sampit. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, juga dengan Dinas Kesehatan untuk langkah pencegahan,” kata Agus.

BACA JUGA :  34 KK Korban Kebakaran di Barsel Terima Bantuan

Terpisah, Wakil Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yudha Herlambang, membenarkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Sampit.

“Kami di RSUD dr Murjani Sampit menyiapkan sarana untuk proses rujukannya. Untuk rujukan pasien virus corona ada di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya,” jelas Yudha.

Virus corona sendiri adalah virus baru yang menyebar melalui pernapasan atau udara dengan gejala demam, batuk dan sesak nafas. Pandemik virus ini berasal dari Wuhan, China, di mana disebutkan telah merenggut nyawa 56 warga.

Dari China, penyakit tersebut kini telah menyebar setidaknya ke 13 negara lain. Di Indonesia, satu pasien yang diduga terjangkit virus corona, kini menjalani perawatan khusus di Jambi. Pasien tersebut diketahui baru pulang dari Wuhan, China dan mengeluh batuk pilek. Dia dimasukkan ke RSUD Raden Mattaher  pada Sabtu (25/1/2020) malam sebelum dirujuk ke RS Siloam, Jambi. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *