Sab. Jul 4th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

“Berguru” dari Youtube, 2 Pemabuk Bobol ATM BNI

(ILUSTRASI/NET)

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Informasi yang tertampil di internet tak hanya menginspirasi pengaksesnya melakukan hal baik. Bisa juga informasi itu menggugah orang untuk berbuat jahat. Membobol mesin Anjung Tunai Mandiri (ATM) untuk mendapatkan uang, misalnya.

Aksi kejahatan itu dilakukan Fitriansyah (20) dan Indra Jaya (25) warga Jalan Pahlawan, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Keduanya melakukan upaya pembobolan mesin ATM setor tunai BNI Kantor Cabang Pembantu Kota Rantau, Sabtu (18/1/2020) lalu.

Keduanya mencoba membobol mesin ATM usai “berguru” dari video yang diunggah di Youtube. Caranya, salah satu pelaku, Indra Jaya, berpura-pura melakukan proses setor tunai di mesin ATM itu. Setelah box setoran terbuka, Indra lantas memasukkan uang kertas pecahan Rp 1.000,-.

Selanjutnya box setor tersebut disiramnya dengan air, dengan harapan mesin korslet dan mengeluarkan uang. Celakanya, bukan mendapatkan uang, keduanya justru merusak fungsi mesin tersebut.

Merasa gagal dan aksinya terekam di kamera CCTV ruang ATM, kedua pelaku terus dihantui ketakutan pascakejadian itu. Pada Rabu (29/1/2020) sekitar pukul 08.00, Fitriansyah dan Indra memutuskan menyerahkan diri ke Polsek Tapin Utara

Kapolres Tapin AKBP Eko Hadi Prayitno melalui Kapolsek Tapin Utara IPDA Subroto Rindang Arie membenarkan peristiwa percobaan pembobolan mesin ATM itu.

Dijelaskan Kapolsek, berdasarkan pengakuan pelaku, saat melakukan aksi keduanya dalam kondisi masuk seusai melakukan pesta minuman beralkohol. Dalam beraksi, ide pembobolan berasal dari pelaku Indra.

“Indra melihat dari Youtube. Dia berpikir untuk mencobanya dengan harapan bisa membawa uang banyak. Uang Rp 1000 dimasukkan ke ATM setor tunai, lalu disiram dengan air,” beber Subroto kepada wartawan.
Ditambahkannya, kedua pelaku telah ditahan di Mapolsek untuk keperluan pemeriksaan. Akibat kerusakan mesin ATM tersebut, BNI KCP Rantau mengalami kerugian yang di taksir mencapai Rp 200 juta. (SAR)

BACA JUGA :  Miris! 28 Pasangan di Banjarmasin Tertangkap Rayakan Valentine di Kamar Hotel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *