Sen. Feb 17th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Waspada! Ular-ular Masuki Rumah Warga

SERBUAN ULAR – Relawan mengamankan ular sanca batik dari kediaman warga Jalan Bukit Keminting, Palangka Raya (kiri). Ular sawah atau python yang berhasil ditangkap warga Jalan Tjilik Riwut Km.2 Palangka Raya setelah memangsa ternak ayam (kanan). FOTO : IST

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Masyarakat Kota Palangka Raya sepatutnya meningkatkan keawaspadaan. Pasalnya, memasuki musim penghujan saat ini, beberapa warga mengkonfirmasi kediamannya dimasuki ular berbahaya.

Peristiwa terbaru terjadi Minggu (2/2/2020) tadi di Jalan Bukit Keminting, Palangka Raya. Salah satu rumah warga di kawasan itu dimasuki ular jenis sanca batik (malayopython reticulatus).

Menurut pemilik rumah, Excel Wijaya (20 tahun), ular tersebut ditemukannya tengah melilit kayu kasau di langit-langit ruang kamar tidur.  Penghuni rumah yang pertama kali melihat hewan melata itu adalah adik dari Excel.

Sang adik yang kaget melihat makhluk tersebut saat memasuki kamar sontak berteriak sehingga mengagetkan seluruh penghuni rumah.

“Kaget Saya pas (dengar) adik teriak ada ular. Terus Saya telepon tim emergency response (ERP),” tutur Excel.

Setibanya tim ERP, upaya penangkapan ular tersebut dilakukan. Setelah diamankan beberapa saat kemudian, tim ERP menyerahkan ular itu ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk dilepasliarkan ke habitatnya.

Masuknya ular ini ke kediaman warga diperkirakan hendak mencari tikus untuk dimangsa. Dari ciri fisiknya, ular tersebut kemungkinan baru saja menyelesaikan proses ganti kulit sehingga dalam kondisi lapar.

Peristiwa serupas sebelumnya terjadi di komplek perumahan warga Jalan Tjilik Riwut Km 2, Palangka Raya. Dua ekor ular jenis python atau ular sawah menyerang kandang ternak ayam milik warga setempat.

Satu dari kedua ular itu berhasil ditangkap Sulaiman, si pemilik kandang ternak. Ular dengan panjang sekitar 2 meter tersebut dapat ditangkap dengan mudah karena tidak banyak bergerak lantaran kekenyangan usai menyantap seekor ayam ternak.

Terkait fenomena ini, Rahmat Hidayat, pemerhati reptil di Kota Palangka Raya, mengatakan, kedatangan ular-ular ke kawasan permukiman warga memang biasa terjadi di musim penghujan.

BACA JUGA :  Penyebar Hoax di Barsel Dipolisikan

“Kalau musim hujan, wajar ular sanca atau python, mendekat ke permukiman warga untuk mencari mangsa. Sering juga ular jenis spitting cobra atau Cobra Sumatrana yang di Kalimantan berkulit kehitaman menyerang ternak,” ujarnya.

Anggota tim pengawas Taman Nasional Sebangau (TNS) itu menjelaskan, pergerakan ular umumnya berlangsung setelah turun hujan.

“Karena kondisi alam yang basah terkena hujan memudahkan mereka bergerak atau berpindah, dan mudah mencium mangsanya,” sebut Rahmat.

Dia menambahkan, secara periodik, bulan ini juga merupakan masa bagi python untuk mencari makan sebelum kawin dan bertelur.

“Selain itu, proyek pembangunan permukiman, hotel, pembukaan kawasan wisata alam, pemangkasan hutan, ataupun penggunaan alat berat juga potensial mengganggu ekosistem, khususnya habitat ular. Ular pasti keluar dari tempat persembunyiannya,” terang Rahmat.

Karena, kata Rahmat, warga khususnya yang tinggal dekat kawasan rawa, hutan, dan saluran air untuk waspada terhadap kedatangan ular ini. “Jika bisa ditangkap, sebaiknya serahkan saja ke BKSDA untuk penanganan selanjutnya,” imbaunya. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *