Sen. Feb 17th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Soal Pilgub, Muhammadiyah Kalteng Wait And See

Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Kalteng H Ahmad Syar'i

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersikap wait and see atau menunggu dan melihat perkembangan Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2020.

Hasil pantauan terhadap para kandidat itu akan menjadi dasar bagi personal pengurus maupun konstituen organisasi kemasyarakat (Ormas) berbasis keagamaan itu dalam menentukan pilihan.

Ketua PWM Kalteng H Ahmad Syar’i di sela Sosialiasi Muktamar ke-48 Muhammadiyah, di komplek Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Palangka Raya, baru-baru ini, mengatakan, Muhammadiyah secara kelembagaan tetap berkomitmen menjaga netralitas dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020 ini.

“Sesuai aturan kelembagaan, Muhammadiyah netral. Tidak memihak ke kandidat tertentu,” tegas Syar’i.

Dia melanjutkan, meski secara kelembagaan tidak memihak ataupun merekomendasikan kandidat untuk dipilih konstituen, PWM tetap melakukan pengamatan terhadap figur-figur yang kemungkinan bersaing di Pilgub.

“Dari pengamatan tersebut, kita mendapat gambaran figur mana yang memiliki kesamaan visi dan misi dengan Muhammadiyah dalam memajukan daerah, umat, dan organisasi ini,” tandas Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng itu.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Politik dan Hukum PWM Kalteng Dr H Muhammad Yusuf, menambahkan, dalam suksesi kepemimpinan daerah ini, Muhammadiyah akan berperan sebagai penyampai ide-ide memajukan daerah dari para kandidat kepada masyarakat.

 “Kita selalu membuka diri terhadap pihak-pihak (kandidat) yang ingin berdiskusi tentang konsep memajukan Kalteng. Dengan demikian, masyarakat mendapat gambaran figur mana yang ideal dan memiliki kapasitas untuk memimpin daerah,” sebut dosen ilmu sosial politik Universitas Muhammadiyah Palangka Raya itu.

Langkah demikian, lanjut jurnalis senior LKBN Antara Kalteng itu telah diperankan Muhammadiyah dalam pesta demokrasi sebelumnya, seperti saat Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palangka Raya, 2018 lalu. (SAR)

BACA JUGA :  Teror Makhluk Ini Bikin Warga Palangka Raya Ketakutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *