Jum. Okt 23rd, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Taiwan Tak Diundang Dalam Pertemuan WHO

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Pemerintah Taiwan tidak diundang menghadiri pertemuan kesehatan yang digelar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 31 Januari 2020. Pertemuan ini membahas perkembangan  virus corona di wilayah Wuhan, China pada 2019.

Taipei Economic and Trade Office (TETO) dalam siaran pers yang diterima kbirayanews, Jumat (7/2/2020) disebutkan, tidak diundangnya Taiwan dalam pertemuan tersebut China yang menghalanginya dan WHO sepertinya mengikuti keinginan China itu.

Pada 31 Januari tahun ini, WHO secara resmi mengumumkan bahwa wabah virus corona baru yang merebak di wilayah Wuhan China pada tahun 2019 adalah Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia ( Public Health Emergency of International Concern, PHEIC).

Saat ini, epidemi telah terkonfirmasi lebih dari 20.000 kasus dan lebih dari 400 orang meninggal.

Negara-negara secara aktif mengambil langkah-langkah pencegahan epidemi, dan para ahli, sarjana, dan pejabat dari negara-negara terkait diundang untuk menghadiri konferensi pencegahan epidemi yang diselenggarakan oleh WHO.

Tapi tahukah anda di Taiwan, yang terdekat dengan China dan yang memiliki 11 kasus yang terkonfirmasi, belum diundang untuk menghadiri pertemuan WHO tersebut.

“Yang lebih disesalkan lagi adalah bahwa, laporan pneumonia WHO di Wuhan bahkan mengabaikan fakta, dengan menghitung jumlah kasus di Taiwan termasuk dalam jumlah kasus di Tiongkok,” tulisnya.

Pendekatan WHO dalam memperlakukan Taiwan sebagai bagian dari China secara serius telah mempengaruhi hak dan kesejahteraan 23 juta rakyat Taiwan.

Tidak hanya pemerintah terpilih Taiwan yang tidak dapat berpartisipasi dalam WHO, para ahli Taiwan juga secara sewenang-wenang ditolak untuk berpartisipasi dalam pertemuan teknis tersebut.

Jika prinsip WHO adalah “Kesehatan Untuk Semua” dan “Jangan Tinggalkan Siapa pun”, maka dapat dikatakan bahwa WHO tidak pernah melakukannya karena orang-orang Taiwan belum diperlakukan seperti itu.

BACA JUGA :  Taiwan Bukan Bagian dari China

“WHO dan otoritas China mengklaim bahwa mereka telah berbagi informasi yang relevan dengan Taiwan, itu benar-benar adalah kebohongan,” tulisnya lagi. Pengecualian WHO terhadap Taiwan tidak adil bagi kesehatan dan keselamatan rakyat Taiwan, dan bagi orang-orang internasional seperti orang Indonesia yang tinggal di Taiwan, dan juga merupakan celah dalam pertempuran global melawan epidemi virus corona baru di Wuhan. (SKY/KBI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *