Sen. Okt 26th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

7 Oknum Anggota PSHT Pelaku Pengeroyokan di Sampit Ditangkap, Polda: Jangan Kaitkan SARA!

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan memberikan keterangan dalam press rilis terkait penanganan kasus penganiayaan di Sampit, Jumat (14/2/2020).

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Peristiwa pemukulan pemuda berinisial Her (20 tahun) oleh tujuh oknum anggota perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Sampit, beberapa hari lalu, telah ditangani sepenuhnya aparat kepolisian.

Seiring proses penyidikan, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kapolda Kalteng) melalui Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan,mengimbau publik untuk tidak mengaitkan kejadian ini dengan sentimen kesukuan atau SARA.

“Ini tindak kriminalitas murni, tidak ada kaitannya dengan kesukuan. Dan semuanya sudah selesai, ketujuh pelaku sudah diamankan. Saat ini dalam proses penyidikan, bukan lagi penyelidikan,” ujar Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan, dalam press rilis di Mapolda Kalteng, di Palangka Raya, Jumat (14/2/2020).

Pascapenanganan kasus ini, lanjut Hendra, institusi kepolisian mengingatkan beberapa hal. Pertama, masyarakat diimbau untuk menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus ini kepada aparat, termasuk sanksi hukum terhadap para pelaku yang telah diamankan.

Kedua, kepolisian meminta perguruan silat PSHT untuk kembali pada jatidirinya sebagai wadah pembinaan olahraga pencak silat dan wahana silaturahmi seluruh anggota dan masyarakat secara umum.

Ketiga, meminta publik tidak terpancing dengan isu-isu SARA. “Kami berharap tokoh-tokoh adat bisa ikut meredam kejadian ini. Tidak perlu ada upaya mobilisasi massa,” pintanya.

Keempat, sambung Hendra, pihaknya mengimbau pegiat media sosial atau netizen yang telah terlanjur ikut menyebarkan konten informasi dan video tindak penganiayaan tersebut untuk memberi pemahaman kepada publik bahwa kasus ini telah ditangani pihak kepolisian. “Tidak perlu diperpanjang lagi dengan komentar-komentar lanjutan.” ujarnya.

Kelima, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke aparat apabila mendapati informasi-informasi baru yang berkembang pascakejadian itu.

“Bagi masyarakat yang mungkin juga menjadi korban aksi demikian, laporkan ke kepolisian. Kami berupaya menyelesaikannya dengan cepat dan tuntas,” ujar Hendra.

BACA JUGA :  Simpan Sabu, Penghuni Barak di Yos Sudarso Dibekuk Polisi

Hendra menambahkan, saat ini ketujuh pelaku diamankan di rumah tahanan Polres Kotim di Kota Sampit dengan status tersangka. Mereka dijerat pasal tindak penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas 3 tahun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap ketujuh pelaku dan keterangan saksi, diduga aksi pemukulan terhadap korban dilatari kesalahpahaman yang memicu arogansi pribadi para pelaku.

Insiden pengeroyokan itu sendiri terjadi dua kali, yakni pada Minggu (9/2/2020) dinihari dan berlanjut malam keesokan harinya. Pelaku pengeroyokan, antara lain, MKW (24 tahun), MTI (27 tahun), AG (22 tahun), MS (40 tahun), FAW (20 tahun), MES (20 tahun), dan AM (19 tahun).

Korban sempat merekam peristiwa penganiayaan terhadap dirinya ini dengan ponsel. Video itu lantas menyebar di media sosial dan mengundang berbagai reaksi masyarakat termasuk mencuatnya isu SARA.

Saat ini, terang Hendra, kondisi korban telah pulih dari cideranya. Korban bahkan sudah kembali menjalankan rutinitas kerja di salah satu perusahaan swasta di Bumi Habaring Hurung. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *