Jum. Okt 23rd, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

SMSI Kalteng Segera Terbentuk, Media Online Didorong Patuhi Aturan Dewan Pers

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) segera dikukuhkan. Wadah perhimpunan media massa berbasis online di Bumi Tambun Bungai ini akan mendorong anggotanya untuk patuh pada aturan Dewan Pers.

Kepastian jadwal pengukuhan pengurus tersebut disampaikan Ketua SMSI Kalteng H Sutransyah dalam dialog interaktif yang disiarkan langsung di Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 FM, Jumat (14/2/2020) pagi.

Dikatakan Sutransyah, pengukuhan digelar sekitar April 2020 mendatang di Palangka Raya, serangkaian dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020 tingkat Provinsi Kalteng.

Dalam dialog bertajuk “media online harus berbadan hukum dan terverifikasi” yang dipandu Gordon Tobing itu, Sutransyah menjelaskan, SMSI merupakan perhimpunan media masa online yang gagasan dan pembentukannya diprakarsai unsur pimpinan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Setelah resmi terbentuk di pusat beberapa tahun lalu, perhimpunan ini lantas melebarkan jaringan dengan mendirikan kepengurusan tingkat provinsi di seluruh wilayah Tanah Air. 

“Kami (SMSI Kalteng) memohon doa restu dan dukungan semua pihak untuk berkiprah dalam pembangunan daerah melalui wadah ini,” kata Sutransyah yang juga Ketua Dewan Kehormatan PWI Kalteng itu.

Dia menambahkan, keberadaan SMSI Kalteng nantinya akan difokuskan pada dua hal. Pertama, menjaga eksistensi media massa online dalam menjalankan fungsi penyebaran informasi sesuai ketentuan Dewan Pers.

“Dalam hal ini, SMSI akan mengupayakan setiap membernya untuk secepatnya bisa terverifikasi Dewan Pers,” ujar Sutransyah yang tampil di dialog interaktif ini didamping Sekretaris SMSI.

Syarat-syarat mendasar agar media massa online itu mendapat pengakuan dari Dewan Pers lewat proses verifikasi, antara lain, memiliki badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT), mengantongi Surat Izin Usaha Penerbitan (SIUP), dipimpin pimpinan redaksi dengan sertifikasi tingkat Utama, ditambah minimal lima staf redaksi dengan sertifikasi tingkat madya dan muda.

BACA JUGA :  Update Covid-19 Kalteng: 25 Warga Positif Corona, Gubernur Bagikan 2 Juta Masker

Kedua, sebutnya, SMSI mendorong terciptanya wartawan media online yang profesional, ditandai dengan kepatuhan pada Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999, Kode Etik Jurnalistik, dan telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Upaya ini kita lakukan agar peran media massa dan aktivitas para wartawan bisa berjalan sebagaimana mestinya, sehingga publik sebagai konsumen mendapat informasi yang faktual, berimbang, mendidik, dan  konstruktif dalam pembangunan daerah,” tandasnya. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *