Sen. Okt 19th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Seluruh Warga Kalteng Diminta Ikuti Sensus Penduduk Online, Ini Link-nya

Pertemuan Gubernur Kalteng dengan pelajar pada rangkaian kunjungan kerja di Kotim, Selasa (18/2/2020)

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Sensus Penduduk tahun 2020 secara online (SP2020 Online) telah ulai dilaksanakan. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran mengingatkan agar seluruh masyarakat aktif melakukan pendataan di sensus ini.

Dalam pernyataannya kepada wartawan di sela pertemuan dengan pelajar dan jajaran pendidik se-Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang digelar di halaman SMA Negeri-3, Selasa (18/2/2020), Gubernur menyebut, sensus penduduk berkaitan erat dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini tak sekadar melengkapi data kependudukan secara nasional. Dalam tataran daerah, data warga yang dikumpulkan nantinya akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun program pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat per wilayah.

“Karena itu, kita (pemerintah daerah)  ingin tahu jumlah penduduk Kalteng dari seluruh kabupaten/kota. Nanti kita bagi per desa dan per kecamatan di seluruh Kalteng. Laki-laki, perempuan berapa, kelompok usia produktif 17 sampai 45 tahun itu ada berapa,” jelas Gubernur pada pertemuan dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu.

“Sensus penduduk secara online ini dimulai 15 Februari dan berakhir 31 Maret nanti. Terus berlanjut kembali 1 Juli 2020. Saya harap seluruh warga Kalteng mengikuti sensus penduduk ini,” ujar Gubernur mengingatkan.

Seperti diketahui, untuk pertama kalinya Badan Pusat Statistik (BPS) memakai sistem daring (online) dalam melakukan sensus penduduk tahun 2020 ini.

Pengisian data sensus penduduk ini dilakukan dengan mengakses website https://sensus.bps.go.id/login.

Kepala BPS Suhariyanto,  di Jakarta, mengatakan, untuk mengikuti sensus ini, masyarakat hanya perlu menyiapkan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang di dalamnya terdapat Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Kemudian, kalau ada akta pernikahan, silakan dimasukkan. Tapi kalau tidak ada, itu akan tetap jalan,” sebut Kepala BPS.

BACA JUGA :  Gubernur Beri "Tugas Khusus" untuk Dinas Pendidikan dan Inspektorat

Dalam pelaksanaan SP2020 Online tersebut, BPS mendapat dukungan dari Badan Siber dan Sandi Negara, Institut Teknologi Bandung, Biro Statistik Australia, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Tujuannya, untuk menguatkan jaringan komunikasi, internet, dan keamanan data.

Data penduduk dalam SP 2020 akan menjadi dasar pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan, seperti pendidikan, pangan, kesehatan, dan perumahan. Selain itu, sensus penduduk menjadi parameter demografi dan proyeksi soal fertilitas, mortalitas, migrasi, dan karakteristik lainnya untuk indikator tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs). (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *