Sab. Okt 17th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Dana Desa Rawan Penyalahgunaan, Inspektorat Tingkatkan Pengawasan

(ILUSTRASI : NETS)

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Anggaran Dana Desa (DD) di berbagai daerah termasuk di Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga kini masih menjadi sorotan. Pasalnya, bantuan dana ini rawan disalahgunakan.

“Penggunaan DD saat ini menjadi sorotan banyak pihak karena besarnya dana yang bersumber dari APBN rawan disalahgunakan. Untuk itu perlu pengawasan dan pengawalan secara berjenjang,” terang Kepala Inspektorat Sapto Nugroho, kepada wartawan, di Palangka Raya, Senin (24/2/2020).

Dijelaskan Sapto, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020, Provinsi Kalteng mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 1,403 triliun lebih. Anggaran tersebut dibagikan untuk 1.433 desa yang tersebar di kabupaten dan kota.

“Besarnya alokasi anggaran Dana Desa (DD) sudah seharusnya mendapat pengawasan dan pengawalan lebih intensif dari pihak terkait,” ujar Sapto.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, terang Sapto, telah menggelar rapat kerja percepatan penyaluran dan pengelolaan DD se-Kalteng ini. Kegiatan tersebut bertujuan agar DD yang telah dialokasikan bisa tersalurkan secara cepat, sehingga agenda pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah desa berjalan lancar.

Selain itu, Pemprov melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kalteng pada 2019 lalu juga melaksanakan bimbingan teknis percepatan pembentukan Perbup tentang tata cara pembagian dan penetapan rincian DD setiap desa TA 2020. (SAR)

BACA JUGA :  UMP Lanjutkan Kuliah Online, Mahasiswa Diminta Bantu Warga Terdampak Corona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *