Sab. Okt 31st, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Taiwan Bukan Bagian dari China

(ILUSTRASI : NETS)

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Taiwan bukan bagian dari China, tapi wabah pneumonia virus corona yang berasal dari Wuhan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Taiwan yang merupakan negara yang paling dekat secara geografis dengan China.

Taipei Economic and Trade Office (TETO) dalam siaran persnya yang diterima kbiraya, Selasa (25/2/2020) disebutkan, hingga saat ini sudah terdapat sebanyak 28 kasus yang terkomfirmasi di Taiwan.

Namun karena Taiwan memiliki sistem perawatan kesehatan global terkemuka, tindakan pencegahan bijaksana dari pemerintah, dan kemampuan pencegahan epidemi Taiwan mencapai standar dunia, sehingga secara efektif dapat mencegah penyebaran wabah ini.

Ini sangat berbeda dengan China. Jumlah kasus yang dikonfirmasi relatif lebih kecil dari pada di negara tetangga lainnya sehingga kesempatan penangan cepat akurat dapat dilakukan di bawah sistem medis dan kesehatan Taiwan.

Kini terdapat sekitar 300 ribu orang Indonesia yang bekerja, menetap dan belajar di Taiwan, serta banyak warga internasional lainnya, menikmati tingkat keamanan medis yang sama tingginya dengan orang-orang Taiwan.

Langkah pencegahan epidemi telah membentuk sistem nasional lengkap, di antaranya pemantauan epidemi elektronik, karantina perbatasan ketat, sistem lengkap pencegahan epidemi komunitas, dan peralatan medis canggih.

Selain itu juga dilakukan persiapan bahan anti-epidemi yang memadai, kampanye pencegahan epidemi singkat, latihan pencegahan epidemi tahunan dan lain lain. Pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat dapat bekerja sama untuk mencegah epidemi.

Taiwan telah mengalami epidemi kolera, malaria, cacar dan TBC dalam 60 tahun terakhir, yang secara bertahap membentuk mekanisme pencegahan epidemi lengkap dengan pengalaman yang banyak dalam pencegahan epidemi setelah menangani wabah SARS pada tahun 2003.

Taiwan adalah negara dengan wabah penyakit menular yang relatif sedikit, karena Taiwan telah menetapkan “pengawasan kesehatan dan kontrol penumpang yang masuk dan keluar” dan “sistem lengkap pengawasan epidemi domestik” untuk mencegah invasi penyakit menular.

BACA JUGA :  Zetanet Pecahkan Kebekuan Industri Teknologi Internet

Wabah pneumonia virus korana baru pecah sekitar akhir Desember 2019. Taiwan dengan cepat mengadakan pertemuan para ahli dan mengambil langkah-langkah untuk memblokir masuknya virus dari luar negeri pada awal Januari 2020 ini.

Dalam pneumonia virus corona baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) awalnya menilai bahwa Taiwan dan Thailand adalah dua negara paling berbahaya selain China, tapi ternyata jumlah kasus lokal di Taiwan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan banyak negara maju. Taiwan telah mencapai hasil luar biasa dalam pencegahan epidemi. 

Menurut informasi dari situs web basis data global Numbeo, Indeks Perawatan Kesehatan 2020 memberi peringkat pertama kepada Taiwan dengan 86,71 poin, Korea Selatan dan Jepang masing-masing menempati urutan kedua dan ketiga.  Taiwan menduduki peringkat nomor satu di dunia dilihat dari standar medis Taiwan yang diakui secara internasional. (SKY/KBI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *