Rab. Okt 21st, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Wah, Kendala yang Dihadapi Pendamping Desa di Kalteng Banyak Juga

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Pendamping Desa atau Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di berbagai desa se-Kalimantan Tengah (Kalteng) harus menghadapi banyak kendala dalam bertugas. Permasalahan itu mulai dari masih relatif rendahnya gaji yang diterima hingga akses jalan yang memadai.

Berbagai permasalahan yang dihadapi para Pendamping Desa di Bumi Tambun Bungai tersebut mereka ungkapkan dalam silaturahmi dan dialog dengan Gubernur kalteng H Sugianto Sabran, di Istana Isen Mulang (Rujab Gubernur) di Palangka Raya, Rabu (26/2/2020) malam.

Kegiatan ini yang dihadiri perwakilan Pendamping Desa dari 13 kabupaten se-Kalteng, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kalteng Rojikinnoor, Inspektur Provinsi Kalteng Sapto Nugroho, dan sejumlah Kepala SOPD di lingkup Pemprov Kalteng itu merupakan upaya Gubernur dalam menjaring aspirasi terkait pembangunan desa di Bumi Tambun Bungai.

Pada pertemuan yang digelar di Istana Isen Mulang itu, Gubernur meminta perwakilan pendamping Desa P3MD dari seluruh wilayah untuk menyampaikan uneg-unegnya dalam menjalankan tugas pengabdian.

“Saya ingin berdialog mengenai kesulitan apa yang ditemui di lapangan, atau mengapa suatu desa sulit berkembang,” ujar Gubernur.

Para Pendamping Desa pada umumnya mengungkapkan,  kendala yang mereka hadapi di lapangan meliputi permasalahan kurangnya jumlah personel serta minimnya pelatihan yang berengaruh pada pengetahuan dan kemampuan, terutama dalam mengoperasikan aplikasi Sistem Keungan Desa (Sistem Keuangan Desa).

Selain itu, sejumlah Pendamping Desa juga mengungkapkan kendala transportasi dalam menjalankan tugas di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau, belum tersedianya infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai, serta harapan adanya kenaikan tunjangan gaji untuk mendukung kelancaran tugas pengabdian.

Menjawab permasalahan-permasalahan itu, Gubernur berjanji berupaya secepatnya melakukan pembenahan bersama instansi-instansi terkait. Selain itu, Sugianto juga meminta para Pendamping Desa ini tetap penuh semangat menjalankan tugas kendati dihadapkan dengan tantangan yang berat.

BACA JUGA :  PSI Kalteng Gelar Dialog Kebangsaan

Gubernur meminta para Pendamping Desa untuk lebih jeli melihat potensi yang dapat dikembangkan masyarakat di wilayah tugasnya.

Dengan memaksimalkan potensi tersebut, diharapkan desa bersangkutan dapat secepatnya naik status menjadi Desa Berkembang, Desa Maju, atau Desa Mandiri. “Ini penting untuk membangun ekonomi Indonesia dari desa-desa. Dengan pembangunan perekonomian di desa yang berhasil, maka perekonomian Kalimantan Tengah akan kuat dan tentu saja Indonesia juga akan kuat,” paparnya. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *