Jum. Okt 30th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Pasien Positif Corona Tambah Dua, Tertular dari Kasus Pertama

(ILUSTRASI: NETS)

PALANGKA RAYA, KBIRAYA –  Dua warga Depok, Jawa Barat yang dinyatakan positif mengidap Covid-19, 1 Maret 2020 lalu ternyata sempat menularkan virus penyebab Novel Coronavirus atau flu Corona jenis baru itu ke dua warga lain. Total warga positif tertular Covid-19 di Indonesia pun kini menjadi empat orang.

Informasi adanya tambahan dua warga yang tertular visu Corona itu disampaikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia melalui juru bicara pemerintah dalam penanganan kasus virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

Yurianto menjelaskan, dalam penyebutan para pasien positif tertular Covid-19 ini, dua warga Depok berjenis kelamin perempuan berusia 31 tahun dan 64 tahun diistilahkan kasus nomor 1 (anak) dan 2 (ibunya).

Sedangkan dua tambahan pasien baru positif Covid-19 yang identitas dan domisilinya tidak dipublikasikan itu disebut kasus nomor 3 dan 4. Namun, Yurianto menyampaikan keduanya berusia 32 tahun dan 34 tahun.

Yurianto melanjutkan kedua pasien baru positif Covid-19 itu memiliki riwayat interaksi, alias tertular dari pasien kasus nomor 1 sebelum ia dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.

Hal itu, terang Yurianto, diketahui dari hasil contact tracking (penelusuran kontak) pascatemuan pasien positif Covid-19 terdahulu (kasus nomor 1 dan 2). Proses contact tracking ini melibatkan pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Polri, dan BIN.

“Begitu kami ada kasus 1 dan kasus 2, kami memutuskan segera melakukan conctact tracking, mencari, mengidentifikasi orang-orang yang kontak dekat dengan kasus 1 dan 2. Pada awalnya data yang kami terima 80 orang yang berada di tempat itu, dan 80 orang ini gabungan dari tamu, pegawai tempat itu, termasuk orang-orang yang berada di sekitar itu yang memungkinkan terjadi kontak, seperti tukang parkir,” ungkap Yurianto.

“Dari 80 orang itu kami bisa dikecilkan karena ada orang-orang yang tidak berada di ruangan itu, seperti tukang parkir dan juga tukang masak tidak masuk, jadi dikecilkan jadi 20 orang,” sambungnya.

BACA JUGA :  Peluang Kerja Terbuka Jika Zetanet Eksis di Indonesia

Setelah dilakukan pendalaman, kemudian dikerucutkan lagi menjadi tujuh orang.

“Ketujuh orang ini yang kemudian kami bawa semua ke RS, yaitu RS Sulianti Saroso, dan kami observasi dan isolasi masing-masing. Kami lakukan serangkaian pemeriksaan karena ketujuh orang ini memiliki gejala fisik yang mengarah ke influenza meski tidak ada yang berat, hanya influenza ringan dan sedang, pilek dan panas yang tidak tinggi,” ujarnya.

Dari ketujuh orang itu pun lalu dilakukan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequencing dan didapati dua di antaranya positif.

“Jadi tambah 2 lagi kasus 3 dan 4 yang merupakan rangkaian dari contact tracking dari kasus nomor 1 dan 2,” kata Yurianto.

Ditambahkannya, kedua pasen tambahan positif Covid-19 itu juga telah dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso.

“Kondisi kasus No 3 dan 4 suhu tubuhnya 37,6 derajat dan 37,7 derajat.  Kemudian ada keluhan batuk, pilek, tapi tak ada keluhan sesak napas, sehingga kita harap kondisi ini bisa kita intervensi dalam waktu dekat bisa menjadi baik,” tandasnya. (SAR)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *