Sab. Jul 4th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Mahasiswa Gelar “Aksi Diam” di Bundaran, Ada Apa?

Aksi diam HMI Korokom UPR di Bundaran Besar, Palangka Raya, Minggu (8/3/2020) pagi, menentang RUU Cipta Kerja. (FOTO : DOK.HMI)

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Palangka Raya menggelar “aksi diam” di kawasan Bundaran Besar, Minggu (8/3/2020) pagi. Aksi ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap rancangan undang-undang (RUU) Cipta Kerja yang dinilai sangat merugikan para pekerja.

Dalam aksi yang digelar bertepatan dengan car free day itu, belasan mahasiswa menutup mulut mereka dengan lakban hitam sambil mengusung poster karton bertuliskan pesan penolakan RUU Cipta Kerja. Selain itu, mereka juga membagikan selebaran dengan pesan senada.

“Pasal 5 UPP3 yang kami nilai telah dicederai dengan munculnya RUU Cipta Kerja yang sangat tertutup dengan alasan masih di-review,” kata Andrian, Ketua HMI Korkom Universitas Palangka Raya (UPR).

Dia melanjutkan, hal-hal yang mereka tolak dalam RUU itu, diantaranya, rencana penghapusan upah minimum, pelegalan buruh kontrak (outsourcing), makin terbukanya kesempatan tenaga kerja asing tanpa keahlian di Indonesia, dihilangkannya jaminan sosial pekerja, dan penghapusan sanksi pidana bagi pelaku usaha terhadap pekerjanhya.

“RUU yang diajukan pemerintah dan pasal-pasalnya berpotensi merugikan kalangan pekerja buruh” tegas Andrian.

Dia melanjutkan, aksi HMI terkait penolakan RUU tersebut tidak berhenti sampai di sini. Akan ada rencana aksi lanjutan sebagai upaya memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat bahwa RUU Cipta Kerja itu berpotensi memangkas hak-hak para pekerja. (SAR)

BACA JUGA :  Waspada! Kota Sampit Masuk Daerah Rawan Penyebaran Virus Corona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *