Ming. Jun 28th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Anak-anak Masih ‘Hijau’, Rawan Terpapar Radikalisme

Ketua Bidang Agama, Sosial, dan Budaya FKPT Kalteng Syamsuri Yusuf menyampaikan paparan pada kegiatan pencegahan radikalisme dan terorisme, di Palangka Raya, baru-baru ini. (FOTO : IST)

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan anak-anak belakangan ini menunjukkan betapa rawannya mereka terpapar paham radikalisme. Karena itu, seluruh pihak, utamanya orangtua dan sekolah diingatkan untuk lebih waspada.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kalimantan Tengah  (FKPT) melalui Ketua Bidang Agama, Sosial, dan Budaya, Syamsuri Yusuf, mengungkapkan, penyebar paham radikalisme ternyata tak hanya menyisir kalangan orang dewasa sebagai target. Anak-anak pun rentan terpapar paham yang menjadi pendorong aksi-aksi terorisme ini.

“Anak-anak masih ‘hijau’ dan mudah terpengaruh. Tidak seharusnya dijadikan sandera dalam penyebaran paham kekerasan dan terorisme,” ujar Syamsuri dalam paparannya pada kegiatan fasilitasi penyusunan produk hukum dan perundangan pendukung perlindungan anak korban stigmatisasi dan jaringan terorisme, di Palangka Raya, baru-baru ini.

Menurutnya, anak-anak wajib diberikan pendidikan tentang bahaya radikalisme dan terorisme sejak dini. Pencegahan tindakan terhadap anak dan pelajar itu juga harus dilakukan dengan strategi khusus.

“Pencegahan radikalisme, merupakan hal mendasar. Karena itu penyakit. Cara mengatasi itu bisa berupa tindakan preventif dan kuratif,” ujar Syamsuri.

Dia melanjutkan, tindakan pencegahan harus dilakukan mulai akar, yakni dari keluarga sebagai pilar terkecil masyarakat yang di dalamnya terdapat orangtua, kemudian dilanjutkan oleh pihak sekolah.

“Orangtua merupakan pendidik pertama dan utama bagi pembentukan pribadi maupun karakter anak secara individu. Orangtua memegang peranan yang penting dalam mendidik anak-anak, termasuk menghindarkan mereka dari paham radikalisme,” terangnya.

Kemudian, lanjut Syamsuri, pendidikan merupakan aspek terpenting dalam membentuk tabiat atau karakter anak. Sejak dini anak sudah dibekali penyadaran tentang pentingnya pemahaman bela anegara, menghargai perbedaan suku bangsa, budaya dan agama. Mengembangkan sikap rasa setia kawan dan menumbuhkan budaya belajar dan bekerja keras.

BACA JUGA :  Di Pustu Ini, Botol Infus Diikat Dengan “Rumput Japang”

Dia menambahkan, Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan langkah-langkah untuk mengamankan anak-anak dari potensi terpapar paham radikalisme ini.

“Upaya yang dilakukan seperti memberikan layanan bagi anak korban, anak pelaku, anak dari pelaku yang terjerat radikalisme, dan tindak pidana terorisme,” sebutnya.

BNPT serta FKPT sebagai perpanjangan tangannya di daerah aktif memberikan pendidikan, penanaman nilai kebangsaan maupun ideologi, konseling tentang bahaya terorisme, rehabilitasi sosial, serta pendampingan yang bersifat keibuan, humanistik, dan penuh kasih sayang kepada anak-anak, khususnya mereka yang orangtuanya terpapar paham radikalisme itu. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *