Sab. Okt 31st, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Raja-Ratu Belanda Batal Datang, Gubernur: Mudah-mudahan Dijadwal Ulang

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran memberikan keterangan pers kepada wartawan, terkait insiden tabrakan kapal cepat TNI dan longboat TN Sebangau. (FOTO : SAR)

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Musibah tabrakan kapal motor cepat (KMC) TNI dengan longboat Taman Nasional (TN) Sebangau yang menewaskan tujuh penumpang, kemarin (9/3/2020), berimbas pada rencana kedatangan Raja dan Ratu Belanda ke Kalimantan Tengah (Kalteng). Gubernur telah memastikan lawatan Raja dan Ratu Belanda itu ke Bumi Tambun Bungai besok (11/3/2020) dibatalkan.

Gubernur H Sugianto Sabran, Selasa (10/3/2020) sekitar pukul 16.00 WIB sore kepada wartawan, mengungkapkan, pembatalan disampaikan pihak-pihak terkait di Jakarta setelah pihaknya menyampaikan kondisi di Kalteng yang sedang berduka pascamusibah tabrakan kemarin.

“Kita kan sedang berbelasungkawa di Kalimantan Tengah dengan meninggalnya abdi negara. Mereka, ada Dandim (Komandan Kodim 1011/Kuala Kapuas) Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono, ditambah lagi enam orang dari UPT (Unit Pelaksana Teknis) Taman Nasional Sebangau,” terang Gubernur di sela memberikan bantuan untuk bagi warga penemu para korban kecelakaan, di kawasan Dermaga Kereng Bangkirai, tadi sore.

Dia melanjutkan, tadi pagi, kondisi tersebut disampaikan ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Dr Ir Siti Nurbaya Bakar yang ditugaskan Presiden RI untuk mendampingi Raja dan Ratu Belanda mengunjungi Kalteng, besok.

Hal yang sama juga disampaikan Gubernur saat berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI usai melaksanakan rapat untuk persiapan kunjungan Raja dan Ratu Belanda.

“Tadi sore kita melaksanakan rapat untuk menyiapkan. Kita sudah siap untuk menerima. Tapi akhirnya dibatalkan. Bahkan, kedutaan Belanda sudah menyampaikan turut berduka cita,” ujar Gubernur.

Ditambahkannya, dalam pembicaraan dengan pihak Kedutaan Besar Belanda, pemerintah daerah berharap Raja dan Ratu Belanda dapat menjadwalkan ulang kunjungan ke Kalteng.

Pascapembatalan ini, Gubernur mengajak masyarakat Kalteng untuk mendoakan para korban peristiwa nahas kemarin.

BACA JUGA :  Gubernur Beri "Tugas Khusus" untuk Dinas Pendidikan dan Inspektorat

“Kita doakan yang sudah meninggal dunia ini diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan supaya bisa bersabar,” ajaknya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti dan rombongan yang hari ini telah tiba di Tanah Air, dijadwalkan meneruskan kunjungan ke Kalteng.

Selama 3 hari berada di Bumi Tambun Bungai, 11-13 Maret 2020, Raja dan Ratu direncanakan berkunjung ke sejumlah tempat. Di antaranya, mendatangi lokasi konservasi alam di Taman Nasional Sebangau, Nyaru Menteng, Taman PKK Betang, serta Stadion Tuah Pahoe.

Pengamanan rombongan VVIP ini dilakukan jajaran TNI-Polri dan instansi terkait di bawah komando Kodam XII/Tanjungpura. Persiapan bahkan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

Nahasnya, pada saat pengecekan pengamanan salah satu lokasi, yakni TN Sebangau, tim yang berisi anggota Pasukan Pengamananan Presiden (Paspampres), TNI dari sejumlah kesatuan, warga negara asing, dan warga lokal (penunjuk jalan) mengalami kecelakaan.

Kapal motor cepat yang ditumpangi 18 orang itu bertabrakan dengan longboat Balai TN Sebangau yang membawa delapan penumpang (termasuk motoris) serta sejumlah logistik persiapan kunjungan Raja dan Ratu Belanda.

Tabrakan terjadi di alur sungai penghubung Dermaga Kereng Bangkirai dan TN Sebangau, sekitar pukul 12.00 WIB kemarin. Seluruh penumpang yang berjumlah 26 orang tenggelam di lokasi.

Dari jumlah itu, tujuh orang ditemukan meninggal, termasuk Komandan Kodim 1011/Kuala Kapuas. Sementara penumpang lain ditemukan selamat setelah dilakukan pencarian sejak kejadian hingga sekitar pukul 19.00 WIB kemarin malam. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *