Jum. Okt 30th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Tanpa Raja Belanda, Tanpa Irfan Bachdim, Coaching Clinic Sepakbola di Tuah Pahoe Tetap Seru

Pesepakbola putri usia dini berlatih dribling bola pada coaching clinic di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Kamis (12/3/2020). (FOTO : SAR)

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Sebanyak 206 anak dari 10 Sekolah Sepakbola (SSB) se-Kota Palangka Raya mengikuti coaching clinic di Stadion Tuah Pahoe, Kamis (12/3/2020) sore. Di kegiatan ini, putra-putri Kalimantan Tengah (Kalteng) dilatih dasar sepakbola, plus menghargai sesama.

Kegiatan yang digelar organisasi sosial akademi sepakbola “Inspire Indonesia” dan Pledge United yang didukung kerajaan Belanda ini terselenggara berkat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalteng dan Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Kalteng.

Coaching Clinic merupakan satu-satunya item acara yang digelar dalam rangkaian rencana kunjungan Raja dan ratu Belanda ke Kalimantan Tengah (Kalteng) yang tetap dilaksanakan.

Sedangkan rangkaian kegiatan petinggi Kerajaan Belanda lainnya tidak terlaksana seiring pembatalan kunjungan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti pascainsiden kecelakaan air di Sungai Sabangau, yang mengakibatkan jatuhnya tujuh korban meninggal.

Padahal, kegiatan yang awalnya dijadwalkan dihadiri pemain Timnas Indonesia Irfan Bachdim ini menjadi salah satu agenda kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke markas Kalteng Putra FC.

Ketua panitia penyelenggara Adi Nur Fajar, mengatakan, total peserta pelatihan ini sebanyak 206 anak, terdiri dari 150 laki-laki, dan 56 perempuan. Mereka merupakan pemain sepakbola usia dini yang aktif berlatih di 10 SSB se-Kota Palangka Raya dengan usia 14-17 tahun.

Adapun instruktur kegiatan sebanyak enam pelatih dengan berlisensi di bawah naungan Pledge United yang telah ditraining federasi sepakbola Belanda. Para pelatih tersebut didampingi sembilan pelatih lokal Kalteng.

“Untuk coaching clinic bagi anak-anak ini berlangsung hari ini, dilanjutkan 2 hari besok kita laksanakan program training trainer (pendidikan kepelatihan) untuk 26 pelatih serta asisten pelatih dari Kota Palangka Raya dan perwakilan kabupaten se-Kalteng,” ujar Adi.

BACA JUGA :  Preview Inter Vs Milan, Ibra Siap Terkam “Sang Mantan”

Di kegiatan yang sama, Kepala Dinas Pemudan dan Olahraga (Kadispora) Kalteng Falery Tuwan menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini. Satu hal yang sangat positif, terang Kadis, yakni anak-anak peserta kegiatan juga mendapat pemahaman tentang pentingnya kesetaraan gender sambil berlatih sepakbola.

“Kita menyambut baik digelarnya kegiatan ini, di mana anak-anak juga diberikan pemahaman tentang bagaimana sikap yang baik dari kaum laki-laki terhadap perempuan,” kata Falery.

Kadis melanjutkan, penghargaan terhadap perbedaan gender ini merupakan hal yang penting ditanamkan sejak dini kepada masyarakat, salah satunya lewat sepakbola.

“Dari penelitian mereka, tingkat kekerasan terhadap perempuan di Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Karena itu, pendidikan terhadap kesetaraan gender melalui pelatihan sepakbola ini merupakan langkah yang patut kita apresiasi,” ujarnya.

Apresiasi senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Pengprov PSSI) Kalteng H Elbadi Fardian yang hadir di kegiatan sore ini mewakili pihak fasilitator kegiatan.

Menurutnya, kegiatan ini sangat positif dalam memotivasi bibit-bibit usia dini sepakbola Kalteng agar kelak bisa menjadi pemain yang berkualitas.

“Pelatihan anak-anak usia dini ini memang menjadi fokus PSSI dari pusat hingga kita di daerah,” ujar Dody, panggilan akrabnya.

Dari kegiatan ini, lanjutnya, Pengprov melakukan pengamatan sehingga ke depan dapat juga melaksanakan hal serupa dengan menggandeng pihak-pihak terkait pembinaan olahraga sepakbola.

“Kita upyakan pembinaan bibit-bibit pemain usia 14-17 tahun ini dapat terus dilakukan. Muaranya nanti ke Kalteng Putra. Di usia 20 tahun mereka sudah bisa masuk, sehingga (Kalteng Putra) tidak lagi tergantung dari pemain luar daerah,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, koordinator pelatih pada kegiatan coaching clinic ini, Regi Aditya, mengungkapkan, pelatihan dibagi dalam enam station. Di tiap station, anak-anak dilatih dasar-dasar sepakbola, dan pada jedanya diberikan pemahaman tentang aspek sosial dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA :  Akhir Tragis Legenda Lakers

“Lewat sepakbola, kita juga memberikan pemahaman tentang bagaimana seharusnya laki-laki dapat menjadi pelindung bagi kaum perempuan,” ujar mantan pelatih 757 Kepri Jaya tersebut.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Manajer Tim Sepakbola Putri Kalteng di PON Papua yang juga pengurus Kalteng Putra FC Budi Yantoro, serta perwakilan delegasi Belanda ini, Inspire Indonesia juga menyerahkan bantuan bola dan perangkat latihan lainnya kepada SSB se-Kota Palangka Raya.

Pantauan kbirayanews.com, anak-anak peserta coaching clinic sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Seluruh station pelatihan dilahap mereka dengan semangat dan penuh keceriaan. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *