Rab. Jun 3rd, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Pasien Corona di Solo Meninggal, Anak dan Istri Diisolasi di Malang dan Madiun

(ILUSTRASI : NETS)

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Pasien positif  yang terjangkit virus COVID-19 yang meninggal di Solo merupakan warga Magetan, Jawa Timur (Jatim). Pemerintah daerah setempat lantas melakukan tracking (penelusuran) untuk mengetahui siapa yang sempat berinteraksi dengan pasien tersebut. Hasilnya, anak dan istri almarhum diisolasi sementara di Malang dan Madiun.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, kepada wartawan di Surabaya, kemarin (14/3/2020) membenarkan status pasien meninggal karena Corona itu merupakan warganya.

Dikatakan Khofifah, tim medis sudah melakukan swab terhadap orang terdekat almarhum. Orang-orang tersebut merupakan orang yang pernah melakukan kontak dengan korban.

“Kemarin yang meninggal di Solo itu ternyata warga Magetan. Kami sudah melakukan tracking, tim sudah turun,” sebut Khofifah dikutip dari LKBN Antara.

Dari hasil penelusuran, ditemukan dua orang terdekat pasien yakni istri dan anaknya. Mereka saat ini tengah diisolasi di dua rumah sakit berbeda di Jawa Timur.

“Yang terkonfirmasi diisolasi di RS Soedono Madiun, itu istrinya. Kemudian yang terkonfirmasi putranya sekarang di RS Saiful Anwar Malang,” ujarnya.

Hal itu juga dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Jatim Herlin Ferliana. Diungkapkan Herlin, setelah mendapat informasi mengenai adanya warga Jatim yang meninggal karena corona, tim medis langsung melakukan tracking.

Tracking yang dilakukan ada tujuh orang yang dilakukan swab. Dua diantaranya istri dan anaknya pasien tersebut. Herlin menyebut dua orang ini saat ini masuk dalam status sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

“Istrinya ini ada keluhan panas, batuk, sesak napas, karena dia kontak dengan orang yang risiko tinggi maka sekarang di rawat di ruang isolasi, jadi masuk pasien dalam pengawasan di RS Soedono. Dan anaknya satu, di RS Syaiful Anwar, ada keluhan panas dan batuk,” jelasnya.

BACA JUGA :  PWI Anugerahkan Penghargaan Kepada Habibie

Sementara lima orang sisanya diketahui tak memiliki keluhan apapun. Sehingga mereka tak diharuskan menjalani perawatan di rumah sakit. Status mereka masuk sebagai orang dalam pemantauan (ODP). “Lima orang itu ODP. Kami harapkan isolasi rumah, sampai masa inkubasi selesai,” sebut Herlin. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *