Rab. Jun 3rd, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Isu “Jam Malam” Hoaks, Yang Benar Palangka Raya Terapkan “Semi Karantina Wilayah”

PALANGKA RAYA, KBIRAYAKabar pemberlakukan “jam malam” di wilayah Kota Palangka Raya yang ramai beredar melalui aplikasi pesan di media sosial disanggah Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya. Pemkot melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya menyebut, yang benar adalah pemberlakuan status “semi karantina wilayah” yang mulai dilaksanakan sejak Kamis (2/4/2020) hari ini.

“Dari hasil pengarahan Tim Gugus Tugas Covid-19, maka dalam 14 hari ke depan Pemkot Palangka Raya memberlakukan semi karantina wilayah untuk pembatasan gerak (warga),” ujar Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani, Kamis (2/4/2020) pagi.

Dia mengungkapkan, dalam penerapan status semi karantina wilayah ini, tidak ada ketentuan jam malam, di mana warga dilarang menjalankan aktivitas keluar rumah mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB dengan sanksi proses hukum oleh aparat keamanan yang melalukan patroli seperti tersiar dalam kabar warganet 2 hari terakhir.

Emi melanjutkan, ketentuan yang harus dijalankan masyarakat kota saat pemberlakuan semi karantina wilayah ini sangat berbeda dengan status jam malam itu.

Dalam pemberlakukan semi karantina wilayah selama 14 hari ke depan, ketentuan yang diatur adalah pemantauan secara ketat segala akses transportasi menuju luar kota akan dipantau. Arus lalu lintas masyarakat akan dimonitor dan diperiksa oleh petugas gabungan Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya bersama institusi TNI dan Polri di posko-posko khusus.

Selanjutnya, aktivitas masyarakat yang mengundang banyak orang seperti, acara hajatan, kegiatan peribadatan di tempat ibadah, pasar tumpah dan lain sebagainya juga tidak diperbolehkan selama semi karantina wilayah ini.

“Perlu diketahui, ada wilayah Palangka Raya yang sudah menjadi bagian atau masuk dalam zona kuning penyebaran Covid 19. Seperti Kelurahan Sabaru, maka itu masyarakat harus menjaga jarak, menghindar dari tempat keramaian yang sifatnya menjadi tempat berkumpul massa,” tutur Emi.

BACA JUGA :  Umi Mastikah: Kota Kondusif, Berarti Pilgub di Kalteng Sukses

Perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya ini menambahkan, untuk para ketua RT/RW diingatkan untuk tetap melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Tempat pelayanan dari perangkat RT/RW ini diarahkan di teras rumah, disediakan fasilitas cuci tangan, dan pelayanan dibatasi hanya sampai pukul 20.00 WIB malam.

“Ketua RT / RW diharap proaktif mengimbau warga agar tetap berada di rumah, kecuali ada keperluan mendesak,” ujar Emi.

Selain itu, Emi juga mengingatkan kembali agar seluruh lapisan masyarakat waspada terhadap potensi penyebaran Covid-19 ini.

“Terutama kepada warga yang telah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit, maupun warga yang sakit setelah melakukan perjalanan (dari luar daerah) agar dapat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbaunya.

Dijelaskannya pula, kebijakan semi karantina wilayah ini diambil mengingat tren penyebaran virus penyebab flu Corona itu di Kota Palangka Raya kian meningkat sehingga kota ini ditetapkan sebagai daerah dalam kategori “zona merah” penyebaran Covid-19.

Kondisi tersebut juga semakin memprihatinkan dengan adanya klarifikasi dari Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bahwa pejabat Sekda Kota dan salah satu kepala Dinas di lingkungan Pemkot positif tertular Covid-19. Bahkan, Wali Kota sendiri mengakui dirinya masuk dalam kategori orang dengan pengawasan (ODP) sehingga memilih untuk mengisolasi diri secara mandiri. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *