Sel. Jun 2nd, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Nekat ‘Terobos’ Kalteng Saat Pandemi Corona? Ini Konsekuensinya

(FOTO : SAR)

PALANGKA RAYA, KBIRAYA Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) tentang pembatasan arus masuk orang-orang dari luar daerah melalui jalur transportasi darat, laut, dan udara mulai diberlakukan. Warga yang memaksa masuk ke provinsi ini harus menjalani beberapa konsekuensi, mulai dari tindakan medis, pengkarantinaan, hingga isolasi.

Menurut Gubernur H Sugianto Sabran, kebijakan Pemprov Kalteng yang tertuang dalam SK Gubernur tertanggal 31 Maret 2020 ini merupakan salah satu upaya antisipasi penyebaran Covid-19 di Bumi Tambun Bungai.

Langkah ini dinilai mendesak dilakukan mengingat fakta bahwa seluruh pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Kalteng memiliki riwayat perjalanan dari  luar daerah, khususnya wilayah terdampak penyebaran virus penyebab flu Corona jenis baru itu.

Secara lengkap, SK Nomor 188.44/94/2020 itu menetapkan lima ketentuan. Pertama, memberlakukan upaya pembatasan arus masuk orang yang datang dari luar wilayah Provinsi Kalteng.

Kedua, penerapan pembatasan tersebut dilakukan dengan pencegahan penumpang yang masuk ke Kalteng melalui jalur transportasi darat, laut, dan udara. Warga yang masuk akan menjalani masa isolasi, karantina, maupun tindakan medis.

Ketiga, tindakan pembatasan dan pencegahan tersebut sepenuhnya ditangani sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Keempat, biaya yang timbul dari kebijakan ini bersumber dari APBD Provinsi Kalteng, APBD Kabupaten/Kota, dan sumber lainnya yang sah dan tidak mengikat.

Kelima, ketentuan ini diberlakukan selama 14 hari setelah penetapan (31 Maret 2020), dan dapat ditinjau kembali setelah dievaluasi.

Pantauan di lapangan, aparat gabungan TNI-Polri telah disiagakan di sejumlah titik lokasi, termasuk jalan trans Kalimantan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan warga yang memasuki wilayah Kalteng.

Seperti dalam video rekaman warga yang tersebar melalui aplikasi media sosial tadi malam, aparat kepolisian melakukan penjagaan di jalan trans Kalimantan poros selatan, sebelum memasuki wilayah Kota Palangka Raya.

BACA JUGA :  Update Covid-19 Kalteng: Jumlah Positif jadi 128 Orang, Sukamara Masih “Kebal” Corona

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas, khususnya dari luar Provinsi Kalteng. Salah satu kendaraan yang diberhentikan dan diperiksa adalah truk pembawa petikemas asal Surabaya (Jawa Timur).

Sopir kendaraan bertonase besar tersebut diharuskan menepikan kendaraannya untuk menjalan pemeriksaan kondisi tubuh sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan memasuki Kota Palangka Raya atau diminta kembali pulang. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *