Jum. Okt 30th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Libur Kuliah Tatap Muka, Mahasiswa UMP Aktif Cegah Corona

PALANGKA RAYA, KBIRAYA – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP) tak hanya mengisi waktu libur perkuliahan langsung di kampus dengan belajar secara online. Mereka juga aktif melakukan berbagai kegiatan sosial, terutama dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Rektor UMP Dr H Sonedi, Selasa (7/4/2020), mengatakan, kebijakan libur perkuliahan tatap muka dilakukan hingga 30 Mei 2020 mendatang. Sesuai Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan rektorat tentang pencegahan wabah Covid-19, sekitar 4.500 mahasiswa dari enam fakultas dan 17 program studi (Prodi) diarahkan untuk aktif belajar dalam jaringan (daring) dengan skema yang telah diatur fakultas dan program studi (prodi) masing-masing.

“Kita berkomitmen melaksanakan arahan pemerintah, seperi melaksanakan aktivitas belajar di rumah, menghindari bepergian dan jika mendesak keluar rumah selalu menggunakan masker, menjaga jarak (social distancing dan phisical distancing), serta menjaga kebersihan dan kesehatan,” kata Sonedi.

Dia melanjutkan, selain melaksanakan ketentuan tersebut, sebagian dari mahasiswa dan unsur civitas akademika juga diarahkan untuk tetap aktif dalam kegiatan sosial lewat organisasi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan Pemuda Muhammadiyah yang kini dikoordinir Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC).

Aksi MCCC itu telah berjalan, baik di lapangan maupun di fasilitas-fasilitas layanan kesehatan di bawah naungan Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalteng. Untuk kegiatan lapangan yang digelar secara terpadu dengan tim Gugus Tugas Covid-19 pemerintah daerah, MCCC terus melalukan penyemprotan disinfektan di permukiman dan fasilitas umum.

Selain itu, mereka juga membagikan cairan disinfektan untuk warga yang membutuhkan, dan melakukan sosialiasi pencegahan Covid-19 kepada masyarakat.

“Melalui Biro Administrasi Umum, kita juga sedang mengupayakan pembagian masker untuk tenaga medis, juga untuk masyarakat yang memang harus beraktivitas di luar. Nanti bisa saja dibagikan di kawasan lampu merah,” lanjut Sonedi.

BACA JUGA :  Teras Narang Ingin Perjuangkan Pembangunan Desa

Ditambahkannya, mengingat masa tanggap darurat Covid-19 di Kalteng ini kemungkinan akan memakan waktu relatif lama, rektorat juga telah meneliti konsep yang akan dijalankan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa.

“Bentuknya diarahkan untuk lebih membantu masyarakat dalam penanggulangan dampak Covid-19 dari aspek sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Nantinya bisa berupa bantuan sosial dan edukasi pencegahan Covid-19,” tandasnya.

“JANGAN TUNGGU JADI ZONA MERAH”

Ketua PWM Kalteng Dr H Ahmad Syar’i, di sela rapat koordinasi MCCC PWM Kalteng tentang tindak lanjut penanganan penyebaran virus Corona, di Sekretariat PWM Kalteng, tadi siang, mengapresiasi kontribusi para mahasiswa dan elemen angkatan muda Muhammadiyah di kegiatan penanggulangan bersama pemerintah daerah ini.

Dikatakan Syar’i, kegiatan demikian sesuai dengan arahan Dewan Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar seluruh daerah dapat memberdayakan segenap potensi dan jejaring dalam upaya mencegah dan meminimalisir dampak penyebaran virus penyebab Flu Corona tersebut.

“Arahan untuk mahasiswa tersebut merupakan wewenang Rektorat. Kami menyambut baik segala upaya yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Syar’i didampingi Ketua MCCC Prof Dr HM Norsanie Darlan.

Syar’i juga tetap mengingatkan agar kaum muda Muhammadiyah yang bergerak di lapangan selalu menjalankan protokoler kesehatan agar terhindar dari paparan Covid-19.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar waspada dan aktif melakukan antisipasi bahaya Covid-19 ini, terutama di daerah yang masih dalam ‘zona hijau’. Jangan tunggu menjadi ‘zona merah’ dulu baru bergerak,” ujar mantan ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng itu. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *