Kam. Okt 29th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Virus Corona dan Misteri Politik Cina


(Oleh : Muhammad Nazar )

Virus corona atau COVID19 yang ditemukan pertama sekali di Wuhan Cina, bukan hanya tak dapat dilihat kasat mata sebagaimana halnya bakteri dan virus lainnya, tetapi juga sedang menjadi misteri yang harus disembunyikan oleh Cina—  detailnya tak boleh ketahuan ke dunia luar.

Lazimnya, sesuatu yang sengaja disembunyikan atau dijadikan misteri tentu selalu hadir tujuan besar di baliknya. Ambisi dan libido politik komunis Cina untuk menjadiikan negara Cina sebagai super power pendamping Amerika Serikat yang menggantikan Uni Soviet, telah nampak begitu negara super power Uni Soviet bubar di tahun 90-an.

Praktis Amerika Serikat menjadi single super power dunia meski masih dibayang-bayangi Rusia dengan sisa-sisa atau efek domino kekuatan Soviet sebelumnya.

Dari awal penyebaran virus Cina itu di kota Wuhan, berbagai dokumen terkait dengannya dimusnahkan. Bahkan beberapa wartawan yang berusaha melaporkan perihal virus corona itu juga hilang dan tidak ditemukan hingga saat ini.

Untuk sementara waktu, tindakan saling curiga dan propaganda antara Cina, Amerika dan negara-negara kuat lainnya terus berjalan seiring dengan berjalannya penyebaran virus itu secara masif ke seluruh dunia.

Titik terang pasti akan ditemukan atau bisa saja diakui suatu saat, ketika waktunya tiba atau segenap rahasia virus itu dipaksa bongkar oleh seluruh negara di dunia. Namun hal itu tidak mudah, sebab Cina dalam banyak hal di pentas politik global dan kepentingan ekonomi dunia masih   terikat banyak komitmen dan saling mempengaruhi dengan negara-negara pemenang perang dunia kedua lainnya seperti Amerika Serikat, Inggris, Inggris, Perancis dan Rusia selaku pewaris kekuatan Uni Soviet.

Terlepas dari semua hal di atas, tugas pemerintah dan rakyat di berbagai negara saat ini adalah meminimalisir korban kematian, mencegah penyebaran virus corona lebih luas serta para ahli kesehatan dan farmasi tentunya berupaya menemukan vaksin.

BACA JUGA :  Jika Negara Menjadi Virus

Entah peneliti dan ahli dari negara mana nantinya yang akan menemukan vaksin yang efektif, saat ini belum dapat diketahui. Yang jelas saat ini, untuk sementara waktu masker produk Cina dan beberapa peralatan deteksi virus itu laku keras di negara-negara yang mau tidak mau harus membeli dari Cina, termasuk negara-negara yang rakyatnya benci kepada politik Cina.

Cina memang dibenci oleh banyak negara tetapi sekaligus juga dibutuhkan, khsususnya saat-saat ini ketika musim penyebaran virus corona sedang berjalan masif. Virus corona sedang merubah banyak sisi kehidupan dan tatanan dunia, serta tinggal diekploitasi saja oleh negara-negara yang mampu melakukannya.

Semoga di negara-negara ketiga dan berkembang seperti Indonesia, virus corona tidak diekploitasi untuk trik menguras anggaran negara dengan alasan pencegahan.

Tetapi dalam setiap upaya pencegahan serius mobilisasi dana memang tidak dapat dihindari, maka harapan yang dapat kita curahkan agar setiap alokasi anggaran benar-benar dimanfaatkan dengan baik dan murni untuk mencegah penyebaran dan menghilangkan virus corona, termasuk mengobati pasien yang telah terinfeksi. Sehingga tidak ada penguasa atau unit-unitnya yang bermain-main penyimpangan dana negara dengan mengeksploitasi urusan kesehatan publik dan nyawa manusia yang sedang terancam oleh virus Cina itu.

Virus corona dan misteri politik Cina telah mengorbankan begitu banyak nyawa manusia. Banyak negara di dunia dapat dikondisikan menjadi semakin bergantung dengan bantuan Cina dan produk-produknya karena dianggap sebagai negara Epi Center virus corona meski di dalam negeri Cina sendiri penanganan kasus corona bukanlah yang terbaik di dunia.

Eropa nampak mulai rontok, Amerikapun tak dapat melepaskan diri dari meminta bantuan Cina meski menampakkan kebencian politik yang vulgar, khususnya gara-gara virus corona yang telah menjadikan Amerika Serikat sebagai negara yang memiliki kasus virus corona terbanyak di dunia bersama beberapa negara Eropa.

BACA JUGA :  Daftar Pilkada, Ben-Ujang: Jangan Ragukan Kami!

Dan khusus untuk Indonesia kita tidak ingin terulang kembali pola penindasan lama, yaitu negara berada dalam keadaan tertindas oleh dan bergantung pada negara kuat lain, lalu pada saat yang sama di dalam negerinya negara menganiaya dan menjajah warganya sendiri dalam rangka melayani dan memenuhi setiap kepentingan kebijakan dan tindakan yang tak mungkin dilepaskan dari kepentingan politik serta ekonomi global— baik yang dititip khsusus maupun produk pemerintah sendiri.

Aceh pernah mengalami hal itu karena misteri hubungan pemerintah pusat RI dengan beberapa negara kuat tempat pemerintah bergantung, terutama pada masa-masa kekuasaan orde baru yang memaksakan diri mengeksploitasi kekayaan Aceh dengan menurunkan mesin perang (militer) dan mengorbankan banyak nyawa manusia.

Salam perjuangan dan doa keselamatan…

)* Penulis adalah Ketua Umum Partai SIRA; Wakil Gubernur Aceh Periode 2007-2012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *