Kam. Agu 13th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Satukan Langkah Cegah Corona, Lindungi Dulu Rakyat!

(Oleh : H Muhammad Nazar)

 

Potensi Ledakan Korban Tersembunyi Covid19 di Indonesia Besar

Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012, H. Muhammad Nazar dalam wawancara live streaming sosial media di kafe Skala, Pangoe, Banda Aceh, Kamis sore, 16 April 2020 menyerukan kepada segenap pimpinan serta komponen pemerintahan di pusat dan daerah untuk memfokuskan diri dulu pada pencegahan serius penyebaran virus corona, sehingga tidak sampai menyebar terlalu luas. Pertentangan dan pertarungan politik di tingkat lokal dan nasional jangan dilibatkan dalam kebijakan dan tindakan penanganan virus asal Cina itu— jika benar ingin melindungi rakyat dan tumpah darah Indonesia yang sering dikobarkan para pejabat pemerintah serta kaum ultranasionalis selama ini.

Beberapa kesalahan awal mulai dari cara merespon, kebijakan dan tindakan yang sempat dilakukan pemerintah pusat dalam hal penanganan covid19 jangan sampai terulang lagi. Jika kesalahan, bohong-bohongan, politisasi, tidak adanya transparansi dan ketidakjujuran masih eksis dalam penanganan covid19 asal Wuhan Cina itu, maka kengerian lebih serius dan potensi ledakan korban tersembunyi virus corona yang akan timbul yang tentunya tidak diinginkan mungkin saja menjadi kenyataan sangat menyedihkan.

Karena itulah, saat ini semua pihak harus fokus dan bersatu dulu mencegah penyebaran lebih luas covid19 yang sedang memerangi manusia di dunia tanpa dapat dilihat dengan kasat mata. Mari kita ingat, virus corona datang dan menyerang ke berbagai negara di dunia tanpa pemberitahuan, tidak membutuhkan izin, tak memerlukan visa dan bahkan sebahagian korban yang diserangnya tidak pula menunjukkan gejala serius apa-apa. Sehingga banyak orang terlena tanpa waspada, tidak berupaya mencegahnya hingga pemerintah dan banyak ahli kesehatan di Indonesiapun sempat meremehkannya.

Saat ini, meski pemerintah sempat melakukan kesalahan-kesalahan fatal bagi nyawa manusia di negeri ini— saatnya sekarang adalah menggerakkan tindakan pencegahan yang bersatu padu. Kesadaran sosial dan bahkan ideologi agama harus ikut dijadikan penggerak keseriusan serta energi positif yang berpadu dengan langkah teknis (protokol) pencegahan dan penanganan yang diatur WHO dan pemerintah. Termasuk kearifan lokal di daerah masing-masing juga dapat dipadukan di dalam strategi pencegahan.

BACA JUGA :  Apa Beda Lockdown dan PSBB?

Semua masyarakat di Indonesia hingga warga dunia telah paham bahwa pemerintah pusat Indonesia tidak akan mampu melakukan lockdown atau pembatasan total meski mengerahkan seluruh kekuatan dana APBN tahun 2020. Sebab dana sebesar itu tidak akan bertahan lama jika harus disuplai kepada jumlah penduduk Indonesia yang melebihi 270 juta jiwa, khsusus untuk item penanganan virus corona. Dana APBN RI hanya kedengaran saja jumlahnya besar mencapai dua ribu triliun lebih tetapi itu menjadi kecil untuk negara seluas RI dengan penduduknya terbesar nomor empat di dunia. Sama halnya dengan iklan the pride (rasa bangga berlebihan) kaum ultranasionalis dan pejabat pemerintah Indonesia selama ini yang suka mengakui serta mengkampayekan Indonesia adalah bangsa besar, tetapi sayangnya di dalam banyak hal justru yang nampak adalah seperti bangsa kecil, yang belum keluar dari karakter bangsa tertindas dan terjajah.

Berikut potongan rekaman live streaming diskusi eklusif yang dilaksanakan Aceh Discussion Club (ADC) dalam rangka mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dan pengawalan kebijakan pemerintah/ pemerintah daerah dalam upaya pencegahan serta penanganan covid19 atau kasus virus Cina.

)* Penulis adalah Wakil Gubernur Aceh Periode 2007-2012 & Ketua Satuan Koordinasi Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Aceh; Ketua Umum Partai SIRA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *