Sel. Okt 20th, 2020

kbirayanews.com

Menyajikan Informasi Bernilai Edukasi

Wali Kota Positif Corona, Puluhan Wartawan yang Sempat Wawancara Perlu Di-Rapid Test

PALANGKA RAYA, KBIRAYA Wali Kota Palangka Raya Fairid Nafarin, Senin (27/4/2020) malam mengakui, dari hasil pemeriksaan SWAB, dirinya positif terpapar Covid-19. Padahal sehari sebelumnya, Dia telah berinteraksi dengan sejumlah orang, termasuk para wartawan lokal seusai rapat koordinasi di Kotamadya Palangka Raya.

Pengakuan Fairid tersebut disampaikannya sendiri kepada wartawan melalui layanan pesan dalam jaringan (daring), tadi malam.

“Tapi saya tidak sakit sama sekali artinya saya kena orang tanpa gejala,” ujar Fairid seperti dikutif dari media lokal.

Dia sendiri mengaku kaget lantaran selama ini tidak merasakan gejala identik flu Corona seperti batuk, filek, demam, atau lainnya.

“Saya sehat-sehat saja, tidak ada gejala sama sekali. Tapi kok positif ya. Mudah-mudahan itu SWAB-nya ketukar bukan punya saya,” lanjutnya.

Sekitar sebulan lalu, Fairid memang berstatus orang dengan pemantauan (ODP) lantaran pernah berinteraksi dengan pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya yang secara resmi dinyatakan positif Covid-19.

Pasca-status tersebut, Fairid melakukan isolasi mandiri hingga keluar hasil uji laboratorium yang menyatakan dirinya negatif.

Hasil tersebut disampaikannya kepada publik melalui rekaman video streaming dan dirinya kembali menjalankan aktivitas selaku wali kota.

WARTAWAN ‘DALAM’ BAHAYA

Pengakuan Fairid kepada media terkait hasil SWAB terbaru yang menyatakan dirinya positif tadi malam mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Salah satunya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah (Kalteng) HM Haris Sadikin.

Dalam pernyataan tertulisnya, Ketua PWI Kalteng mengakui mendapat informasi bahwa pada Minggu (26/4/2020), sejumlah wartawan lokal yang melakukan peliputan rapat koordinasi di Kotamadya Palangka Raya sempat melakukan wawancara langsung dengan Wali Kota.

“Ada puluhan waartawan yang liputan di Pemkot berstatus orang dengan pemantauan (ODP). Sekarang masih dalam proses pendataan (pihak) protokoler Pemkot,” sebut Haris.

BACA JUGA :  3 Resepsi Pernikahan Dibubarkan, Camat dan Lurah Diminta Awasi Warga

Demi keselamatan dan kesehatan para wartawan, selaku Ketua PWI Kalteng Haris meminta Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya segera melakukan rapid test untuk kalangan insan pers ini, terutama mereka yang pernah melakukan peliputan langsung di Pemkot.

“Hal ini penting untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di kalangan jurnalis,” ujarnya.

PWI Kalteng, lanjut Haris, berencana mengirimkan surat resmi ke Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya untuk melakukan proses rapid test ini.

“Saya juga sudah menjalni komunikasi dengan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalteng untuk  mengeluarkan pernyataan sikap bersama agar Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya lebih peka dan tanggap terhadap nasib wartawan,” tandasnya. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *